Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Menteri LHK Sebut Angka Hotspot Karhutla Menurun

Senin 19 Aug 2019 12:52 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

Foto udara lokasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Ketapang Tanjungpura Km 4 di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (30/7/2019).

Foto udara lokasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Ketapang Tanjungpura Km 4 di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (30/7/2019).

Foto: Antara/Heribertus
Angka hotspot terbanyak sebelumnya terdapat di Kalimantan Barat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyampaikan jumlah hotspot kebakaran hutan dan lahan kini semakin menurun setelah pemerintah melakukan berbagai upaya pencegahan. Pada tanggal 4-6 Agustus lalu, angka hotspot diketahui mencapai hingga lebih dari 1000 titik, namun jumlah tersebut telah berkurang dan menjadi sekitar 900 titik. 

“Kita akan rapat di Menko Polhukam kalau lihat fluktuasi hotspotnya sebetulnya masih bisa dikontrol oleh satgasnya. Yang paling berat waktu angkanya masih diatas 1000an tanggal 4,5,6 agustus, kemarin sih udah turun jadi 900an,” ujar Siti di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (19/8).

Siti juga menyebut, angka hotspot terbanyak sebelumnya terdapat di Kalimantan Barat yang mencapai sekitar 500 titik. Namun, angka tersebut semakin berkurang dan saat ini menjadi sekitar 300-400 titik.

Komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah pun disebutnya akan terus dilakukan. Sehingga titik hotspot yang masih ada dapat segera dipadamkan.

Menurut Siti, besarnya kasus karhutla pada tahun ini disebabkan oleh faktor cuaca. Kendati demikian, pemerintah akan terus berupaya maksimal melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla.

“Sudah ada perintah Presiden untuk pencegahan, untuk patroli monitoring hotspot, untuk pengendalian pemadaman dan sebagainya. Kalau sekarang helinya sudah ada 35 atau 45 dari BNPB,” ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA