Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Kapolri: Masyarakat Papua Jangan Mau Diadu Domba

Senin 19 Aug 2019 13:41 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Bayu Hermawan

Massa membakar ban saat kerusuhan di pintu masuk Jl. Trikora Wosi Manokwari, Senin (19/8/2019).

Massa membakar ban saat kerusuhan di pintu masuk Jl. Trikora Wosi Manokwari, Senin (19/8/2019).

Foto: Antara/Toyiban
Kapolri menduga ada pihak yang sengaja memicu kericuhan di Manokwari

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta masyarakat di Manokwari, Papu Barat, dan Jayapura, Papua, tidak mudah diadu domba. Pernyataan tersebut disampaikan terkait kericuhan dan aksi massa yang terjadi di dua wilayah tersebut.

Baca Juga

Kapolri menduga, kericuhan tersebut menjadi besar lantaran adanya pihak tertentu, yang sengaja mengembangkan informasi bohong demi kepentingan pribadi.

"Kita minta kepada saudara-saudara kita yang ada di Papua, jangan mudah terpancing dengan berita-berita yang tidak benar. Baik yang di Papua maupun di luar Papua, jangan mau diau domba atau terpancing dengan informasi yang tidak benar," kata Tito ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Senin (19/8).

Tito juga mengingatkan warga masyarakat di luar Papua, untuk memperlakukan mahasiswa ataupun masyarakat dari Papua, dengan baik. Tito mengingatkan, Papua merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Artinya, setiap warga Papua, juga merupakan saudara bagi seluruh masyarakat Indonesia yang ada di luar Papua.

"Kepada masyarakat kita yang di luar Papua, termasuk di Jatim ini, perlakukan saudara-saudara kita Papua dengan baik. Papua adalah bagian dari anak bangsa. Papua adalah saudara kita sendiri. Jadi kita pikir komunikasi perlu dijalin, masyarakat jangan terpancing," ujar Tito.

Seperti diketahui, di Manokwari kericuhan meledak. Masyarakat di ibu kota Papua Barat itu turun ke jalan bersama mahasiswa. Mereka membakar ban-ban di berbagai sudut kota dan jalan protoko. Mobilisasi massa juga terjadi di Jayapura, Papua. Kedua aksi tersebut sebagai bentuk protes tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA