Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Kapolri: Suasana Papua Barat Berangsur Kondusif

Senin 19 Aug 2019 13:56 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Massa membakar ban saat kerusuhan di pintu masuk Jl. Trikora Wosi Manokwari, Senin (19/8/2019).

Massa membakar ban saat kerusuhan di pintu masuk Jl. Trikora Wosi Manokwari, Senin (19/8/2019).

Foto: Antara/Toyiban
Kapolri menginstruksikan kepada Kapolda setempat untuk melakukan tindakan pengamanan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jendral Pol. Tito Karnavian mengungkapkan, kondisi di Manokwari, Papua Barat, yang sebelumnya sempat terjadi kerusuhan, kini berangsur normal. Tito mengatakan, dirinya sudah menginstruksikan kepada Kapolda setempat untuk melakukan tindakan pengamanan, dan mengindari terjadinya kekuatan berlebihan.

"Saya dapat laporan dari Kapolda Papua Barat, situasi sudah berangsur kondusif. Saya sudah sampaikan kepada Kapolda Papua maupun Papua Barat untuk melakukan langkah-langkah pengamanan dan hindarkan terjadinya kekuatan yang berlebihan," kata Tito ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Senin (19/8).

Terkait penambahan pasukan di Manokwari, Papua Barat, dan Jayapura, Papua, Tito menyatakan masih akan memantau situasi dan kondisi selanjutnya. Artinya, jika nanti perlu dilakukan penambahan pasukan, maka akan dilakukan. Jika mengharuskan dilakukannya penambahan pasukan, kata Tito, akan dikirim dari daerah terdekat seperti Maluku, dan Sulawesi.

"Kita lihat nanti situasi selanjutnya (terkait penambahan pasukan). Kalau perlu ada kekuatan tambahan pasukan, kita akan kirim dari daerah terdekat seperti Maluku dan Sulawesi. Tapi nanti lita lihat situasinya dulu," ujar Tito.

Seperti diketahui, di Manokwari kericuhan meledak. Masyarakat di ibu kota Papua Barat itu turun ke jalan bersama mahasiswa. Mereka membakar ban-ban di berbagai sudut kota dan jalan protoko. Mobilisasi massa juga terjadi di Jayapura, Papua. Kedua aksi tersebut sebagai bentuk protes tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA