Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Anies: Lulusan SMK Jakarta Harus Mampu Diserap Dunia Usaha

Senin 19 Aug 2019 14:47 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Gita Amanda

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Anies menginginkan revitalisasi SMK mampu menyerap angkatan kerja muda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan revitalisasi SMK mampu menyerap angkatan kerja muda lebih banyak di dunia industri dan usaha di Jakarta. Hal ini disampaikan Anies saat membuka kegiatan Job Matching dan SMK Expo 2019 di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (19/8) hingga Selasa (20/8).

Baca Juga

Kegiatan Job Matching dan SMK Expo 2019 merupakan tindak lanjut dari kebijakan revitalisasi SMK Jakarta dan penyerapan angkatan kerja muda bu kota melalui sistem pendidikan SMK yang dicanangkan sejak 30 Juni 2018 lalu. Anies berpesan kepada para lulusan SMK di gerai pameran SMK Expo 2019 ini adalah masa depan dan kesempatan untuk berkarya.

Dan saat berkarya, ada banyak pilihan di depan mata. Banyak pilihan itu tercermin dari banyaknya booth-booth yang tersedia di sini, itu semua pilihan. Ini adalah sebuah persimpangan di mana alumni SMK harus menentukan rutenya.

"Karenanya, saya berharap untuk adik-adik, ini kesempatan bagi Anda mengukur, merancang, merencanakan perjalanan hidup ke depan. Bukan hanya untuk diri pribadi, tapi untuk kita memajukan keluarga dan masyarakat,” ujar Anies dalam sambutannya Senin (19/8).

Bekerja sama dengan para ahli Jerman dan sistem magang industri, lulusan SMK Jakarta diharapkan bukan hanya mendapatkan sertifikasi secara kurikulum, tetapi juga memiliki pengalaman terbaik dengan melibatkan perusahaan dan pendampingan bersama para ahli dari Jerman.

"Dan pada hari ini, kita juga bersama dengan bapak-bapak para Senior Expert Service dari Jerman. Kita bersyukur bahwa Jakarta menjadi tuan rumah dari program ini," kata Anies.

Anies tertarik dengan pogram pendampingan para ahli dari Jerman ini. Menurut dia, jika DKI harus mengirimkan para siswa ke Jerman, maka dana yang dibutuhkan luar biasa banyak. Jauh lebih efisien, apabila Pemda DKI mendatangkan pakarnya dari Jerman, datang ke Indonesia. "Dan alhamdulillah itu yang sekarang terjadi di Jakarta,” ucap Anies.

Anies menerangkan, kehadiran para ahli secara fisik memang hanya terbatas di kelas dan secara hitungan waktu hanya sebentar. Kendati demikian, Anies menyebut inspirasi yang mereka hadirkan akan terus melekat sepanjang perjalanan karier anak-anak SMK Jakarta.

Karena itu Gubernur Anies berharap kedatangan mereka di Jakarta menghasilkan pengalaman yang menempatkan Jakarta sebagai rumah barunya di masa yang akan datang. "Tadi saya sempat tanya kepada mereka. Apa yang mengesankan. Jawabannya menggambarkan pendidikan. The People. Apa yang mengesankan dari Indonesia?" tanya Anies.

Tim Ahli dari Jerman menjawab, Indonesia orang-orangnya ramah. Anak-anaknya yang tadi mereka istilahkan penuh dengan rasa ingin tahu. Kalau siswa memiliki rasa penasaran yang tinggi, maka itu tanda anak-anak kita adalah pembelajar. Itu tanda-tanda yang sangat positif sekali.

"Bila Anda seorang pembelajar, maka itu tiket untuk masa depan yang cerah. Saya ingin sampaikan terima kasih kepada semua yang sudah terlibat di sini,” tutur Anies.

Perlui diketahui, implementasi revitalisasi SMK dilakukan melalui penguatan regulasi SMK Mandiri dengan pola BLUD, sertifikasi kompetensi peserta didik SMK oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Terlisensi BNSP (84 SMK DKI Jakarta menjadi LSP-P1), perluasan akses untuk masyarakat kurang mampu, serta pemasaran tamatan SMK (job matching) dengan puluhan perusahaan dan pameran karya inovasi SMK (SMK Expo).

Kegiatan Job Matching dan SMK Expo tahun 2019 bekerja sama dengan 70 dunia usaha dan industri dengan 5.000 lowongan kerja yang diharapkan langsung terserap oleh lulusan terbaik SMK Jakarta. Melalui kegiatan tersebut, produk-produk unggulan SMK hasil pengembangan Teaching Factory dan karya inovasi SMK sebagai unit bisnis dapat diperkenalkan ke publik, sekaligus meningkatkan hubungan kolaborasi kerja sama antara SMK dan dunia usaha/industri.

“Terima kasih juga kepada industri yang terlibat. Anjuran saya, tidak usah pergi jauh-jauh. Tengoklah sekolah-sekolah di Jakarta. Di Jakarta, kita punya begitu banyak sekolah yang menghasilkan anak-anak yang terampil. Rekrut mereka! Tidak perlu menengok jauh-jauh. Rekrut mereka!" imbuh Anies.

Dunia usaha diminta bantu kembangkan sekolah-sekolah yang ada di Jakarta. Jadilah mitra untuk SMK menyiapkan generasi masa depan. SMK yang mampu menyiapkan angkatan kerja secara global, yang bisa membuat Jakarta menjadi salah satu kota global yang penting di dunia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA