Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Pemerintah Sebut Karhutla Masih Bisa Dikendalikan

Senin 19 Aug 2019 16:05 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kanan)

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kanan)

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
KLHK menyatakan upaya maksimal terus dilakukan untuk mengatasi karhutla.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyebutkan dari fluktuasi titik panas yang ada saat ini, kebakaran hutan dan lahan (kathutla) masih bisa dikendalikan. "Kalau lihat fluktuasi hotspot-nya sebetulnya masih bisa dikontrol oleh satgasnya," kata Siti Nurbaya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/8).

Ia menyebutkan untuk mengatasi masalah karhutla yang sampai saat ini masih terjadi, pihak pihak terkait akan menggelar rapat di Kantor Menko Polhukam. Ia menyebutkan kondisi saat ini sudah lebih baik dibanding pada awal Agustus 2019.

Baca Juga

"Yang paling berat waktu angkanya masih di atas 1.000-an, itu terjadi tanggal 4,5,6 Agustus, kemarin sih sudah turun jadi 900-an," jelasnya.

Ia mencontohkan di Kalbar, tadinya yang paling banyak sampai 500 sekian angkanya hotspot-nya, sekarang sudah turun 300-400 titik panas. "Dari situ kita ikutin terus, saya sudah komunikasi terus dengan gubernur," katanya.

Ketika ditanya alasan muncul kembali karhutla pada 2019, Siti mengatakan tahun ini memang lebih panas. "Memang tahun ini lebih panas kan, dan hari tanpa hujan lebih panjang," katanya.

Ia mengatakan upaya maksimal terus dilakukan untuk mengatasi karhutla. "Oh banyak lah itu, kan sudah ada standarnya, sudah ada perintah Presiden untuk pencegahan, untuk patroli monitoring hotspot, untuk pengendalian pemadaman dan sebagainya. Kalau sekarang helinya sudah ada 35 atau 45 dari BNPB," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA