Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Pelapor Bantah Memolisikan UAS untuk Buat Gaduh

Senin 19 Agu 2019 17:51 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Karta Raharja Ucu

Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad

Foto: Republika TV/Muhamad Rifani Wibisono
Pelapor menilai UAS mengolok-olok agama Kristen dan Nasrani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustadz Abdul Somad (UAS) dilaporkan ke Bareskrim Polri karena diduga melecehkan lambang salib dan menistakan agama. UAS dilaporkan seorang bernama Sudiarto yang berprofesi sebagai pengacara.

Baca Juga

"Coba perhatikan ceramahnya, di situ jelas terucap ada jin dan setan di salib, yang kedua itu, kami (Nasrani dan Kristen) disebut menyembah berhala dan kafir," ujar pelapor UAS ke Bareskrim, Sudiarto ketika dihubungi Republika.co.id, Senin (19/8).

Sudiarto mengaku keberatan ketika UAS disebutnya mengolok-ngolok nyanyian "Haleluya". Ia menilai, nyanyian sakral tersebut tidak pantas dihina.

"Jadi, itu saja sudah terpenuhi pasal 156 dan 156 a, Ahok salah ucap juga ramai masalahnya," kata dia.

Menurut dia, dengan dugaan dan adanya pasal tersebut sebagai pengantar, maka sudah bisa mempidanakan UAS. Namun ia membantah jika laporannya ke polisi untuk membuat gaduh. Sebab ia melaporkan UAS sebagai individu yang diduga melecehkan agama tertentu.

"Kita tunggu saja dan kita juga tidak mau meributkan ini lebih lanjut," ujar dia.

Dia memaparkan, terkait video yang sudah dipenggal-penggal tersebut belum ada upaya lain untuk mengangkat permasalahan lainnya. Dia menambahkan, meskipun video tersebut sudah dipenggal dan dikhususkan bagi umat Islam, hal tersebut masih dirasa menghujat kepercayaan tertentu.

"Untuk pemotongan video itu mungkin akan masuk ke UU ITE, kita tidak melaporkan itu. Tapi, pelaporannya masih di pasal 156 dan 156 a-nya saja," kata Sudiarto.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA