Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Gedung Sate akan Jadi Lokasi Wisata Sejarah dan Budaya

Senin 19 Aug 2019 18:46 WIB

Rep: ayo bandung/ Red: ayo bandung

Gedung Sate Akan Jadi Lokasi Wisata Sejarah dan Budaya

Gedung Sate Akan Jadi Lokasi Wisata Sejarah dan Budaya

Gedung Sate adalah salah satu ikon kebangaan masyarakat Jawa Barat

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Bagi warga Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada umumnya, Gedung Sate adalah salah satu ikon kebangaan. Oleh karena itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mencanangkan gedung di pusat Kota Kembang ini menjadi lokasi wisata.

Hal itu diutarakan Emil --sapaan akrab Ridwan Kamil-- saat menghadiri pameran lukisan dan penyerahan Anugerah Barli 2019 di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (19/8/2019).

“Pameran ini (Anugerah Barli) bagian dari master plan Gedung Sate yang akan dijadikan wisata sejarah dan wisata kebudayaan,” kata Emil.

AYO BACA : Main ke Museum Gedung Sate, Yuk!

Menurut Emil, ajang pameran lukisan Barli menjadi salah satu pembuktian Gedung Sate sebagai lokasi wisata budaya. Nantinya, dinding Gedung Sate akan dipenuhi lukisan yang menggambarkan sejarah berdirinya Gedung Sate, serta khasanah seni dan budaya dari 27 kabupaten/kota yang ada di Tanah Pasundan.

“Hari ini kita ada pameran dari murid dan jaringannya Museum Seni Barli. Ada 150 lukisannya, bagus-bagus lukisannya. Mengindikasikan tingginya kebudayaan dan ekspresi kesenian di Jawa Barat,” ujar Emil.

“Gedung Sate ada dua ruang besar, ada galeri barat dan galeri timur. Sesekali boleh (digelar pameran), tidak hanya acara administrasi kepemerintahan, tapi juga bisa jadi lokasi acara galeri berkesenian, seni rupa, dan lain-lain,” tambahnya.

AYO BACA : 5 Hal yang Jarang Diketahui tentang Gedung Sate

Emil menuturkan bahwa kebudayaan akan menjadi salah satu fokus pembangunan Jabar. Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) pun tengah dan akan membangun pusat kebudayaan di setiap kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Sudah kita tekadkan dalam lima tahun semua kota/kabupaten harus punya pusat kebudayaan,” tegas Emil.

“Kita akan mengedepankan kebudayaan, karena hidup ini bukan hanya urusan ekonomi. Penting juga kita merefleksikan relasi kita terhadap sesama manusia, kepada Tuhan, melalui ekspresi kesenian, khususnya seni rupa,” katanya.

Anugerah Barli sendiri merupakan ajang pameran bersama para perupa Jawa Barat dan peserta kompetisi drawing. Acara pameran digelar dari 19-28 Agustus 2019 di Aula Timur Gedung Sate. Total, ada 91 pelukis dengan 150 lukisan dipamerkan di.

Pimpinan Balai Seni Balri, Nakis Barli mengatakan, Anugerah Barli merupakan peristiwa langka bagi Balai Seni Barli. Nakis berujar bahwa pameran lukisan yang digelar juga merupakan representasi hidup yang dimiliki Barli semasa hidup hingga akhir hayatnya. 

“Kegiatan ini merupakan peristiwan langka bagi kami, saat Anugerah Barli digelar bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Barat dan masih rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang sama-sama menginjak usia ke-74,” ucap Nakis yang merupakan istri pelukis (Almarhum) Barli Sasmitawinata.

AYO BACA : Ridwan Kamil Akan Rombak Gedung Sate Besar-Besaran

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA