Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Jokowi: Emosi Boleh, Tetapi Memaafkan Itu Lebih Baik

Senin 19 Aug 2019 18:43 WIB

Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait kerusuhan di Manokwari dan Sorong di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/8/2019).

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait kerusuhan di Manokwari dan Sorong di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/8/2019).

Foto: Antara/Setpres-Kris
Presiden Jokowi merespons kericuhan yang terjadi di Papua pada Senin (18/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan atas kasus atau kericuhan yang terjadi di Papua pada Senin (18/8). Ia menyatakan, masyarakat Papua boleh saja emosi boleh tetapi memaafkan itu lebih baik.  

"Jadi, saudara-saudaraku, pace, mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan," kata Jokowi di beranda kanan Istana Merdeka Jakarta, Senin  (19/8) petang.

Oleh sebab itu, lanjut Kepala Negara, sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air, yang paling baik adalah saling memaafkan. "Emosi itu boleh, tetapi, memaafkan itu lebih baik," tegasnya.

Menurut dia, sabar itu juga lebih baik. Ia meminta masyarakat yakin bahwa pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan pace, mace mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat.

Seperti diketahui, kericuhan meledak di Manokwari. Masyarakat di ibu kota Papua Barat itu turun ke jalan bersama mahasiswa.

Baca Juga

Mereka membakar ban-ban di berbagai sudut kota dan jalan protokol. Mobilisasi massa juga terjadi di Jayapura, Papua. Kedua aksi tersebut sebagai bentuk protes tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA