Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Megawati: Berkat Bu Risma, Surabaya tidak Lagi Gerah

Senin 19 Aug 2019 18:48 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Esthi Maharani

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, melantik Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sebagai Ketua Bidang Kebudayaan DPP PDIP masa bakti 2019-2024, di Kantor DPP PDIP, Senin (19/8).

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, melantik Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sebagai Ketua Bidang Kebudayaan DPP PDIP masa bakti 2019-2024, di Kantor DPP PDIP, Senin (19/8).

Foto: Republika/Dian Erika N
Mega menyebut Surabaya tidak lagi gerah berkat tata kota yang baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, memuji Tri Rismaharini soal keberhasilannya memperbaiki lingkungan di Kota Surabaya. Mega menyebut Surabaya tidak lagi gerah berkat tata kota yang baik. 

Hal itu diungkapkan Mega saat pelantikan Risma sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan Periode 2019-2024. Mega memberikan alasan mengapa Risma tepat menyandang amanah tersebut. 

"Seperti kita ketahui, sebagai Wali Kota Surabaya beliau sudah melaksanakan tugas dengan sangat baik.  Menurut saya sangat luar biasa sekali, antara lain beliau mampu melakukan perubahan untuk lingkungan sekitar," ujar Mega di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/8).

Mega menceritakan selama ini jika bertandang ke Surabaya selalu merasakan suhu udaranya panas. Namun, di masa kepemimpinan Risma, sejumlah program revitalisasi taman kota, pembangunan taman bermain dan fokus kepada memaksimalkan ruang terbuka hijau membuat kondisi Surabaya berubah. 

Mega menyebut jika rata-rata kota besar di Indonesia mengalami kenaikan suhu udara, maka yang terjadi di Surabaya adalah sebaliknya. "Surabaya bisa turun dua (dia derajad celcius). Kita dapat merasakan kalau pergi ke Surabaya biarpun panas tapi enggak gerah gitu. Dengan banyaknya taman kota, kerindangan pohon, itulah yang berhasil beliau wujudkan," jelasnya. 

Selain itu,  kata Mega, masa jabatan Risma sebagai Wali Kota Surabaya pun segera berakhir pada 2020. Sehingga PDIP berinisiatif segera menarik Risma ke DPP. 

"Supaya membantu tugas kami di DPP di bidang kebudayaan. Tugas beliau nanti akan banyak keliling Indonesia untuk antara lain mengkompilasikan kearifan lokal kita, " tegas Mega. 

Terpisah, Tri Rismaharini mengucapkan terimakasih atas tugas baru yang diberikan.  Dia mengaku tidak tahu-menahu terkait jabatan baru ini. 

Sehingga pada saat pelantikan pengurus DPP PDIP usai kongres di Bali lalu, dia tidak hadir.  "Saya saat itu sedang memhongkar sekolah," ungkap Risma. 

Terkait tugas barunya, Risma mengaku senang karena selama ini sudah memiliki pertalian erat dengan masyarakat di berbagai daerah.  Risma mengungkapkan dia diangkat menjadi mama Papua, kemudian juga dekat dengan masyarakat di Sulawesi dan terakhir mendapat marga dari masyarakat Batak. 

"Saya bayangkan nanti tugas saya bisa merajut persaudaraan antarsesama warga negara. Artinya kalau kita semua bersaudara, maka kita tidak perlu takut di manapun kita berada," tegas Risma.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA