Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Ngabalin Yakin Kericuhan di Papua Segera Berakhir

Senin 19 Aug 2019 19:14 WIB

Red: Andri Saubani

Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin,  memberikan tanggapan terkait statment Amien Rais, Selasa (10/7).

Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, memberikan tanggapan terkait statment Amien Rais, Selasa (10/7).

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Pemerintah membentuk tim untuk mengantisipasi eskalasi kericuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin yakin kericuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat, dan Jayapura, Papua, segera berakhir.

Pemerintah membentuk tim yang akan ditugaskan dan dipersiapkan untuk melakukan langkah cepat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi hal lain.

Baca Juga

"Kalau situasi yang begini tidak lama. Inti yang menjadi penting adalah tokoh-tokoh, opinion leader yang hadir, pendeta dan pastor, kemudian para kiai dan ustad di sana memberikan jaminan situasinya akan baik," kata Ngabalin usai rapat koordinasi di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/8).

Menurut putra daerah Papua Barat itu, dalam waktu sehari-dua hari, situasi di tanah kelahirannya itu akan damai kembali. Apalagi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah meminta maaf kepada warga Papua dan Papua Barat atas kejadian yang menimpa mahasiswa asal provinsi itu di Kota Surabaya dan Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji serta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun menekankan tidak ada warga asal Papua dan Papua Barat yang diusir dari Kota Malang dan Surabaya. "Orang Papua sebenarnya penyejuk dan penyayang, kami-kami ini kan kelihatan saja yang agak gelap, keriting, tetapi hatinya penyayang," tutur Ngabalin.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA