Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Transjakarta Komitmen Kembangkan SDM

Senin 19 Agu 2019 19:23 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Bilal Ramadhan

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Agung Wicaksono mencoba penggunaan alat pembayaran Tap On Bus (TOB) saat sosialisasi di bus non-BRT di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Agung Wicaksono mencoba penggunaan alat pembayaran Tap On Bus (TOB) saat sosialisasi di bus non-BRT di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
PT Transjakarta berjanji melakukan upaya-upaya pengembangan serta pengelolaan SDM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kembali menegaskan komitmennya untuk secara konsisten mengembangkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) perusahaan tersebut. Sebagai perusahaan daerah dengan jumlah karyawan terbanyak, komitmen tersebut dinilai sebagai sebuah “keharusan dan tanggung jawab” mutlak, dan menjadi prioritas nomor satu. Ini merupakan harapan yang diberikan Transjakarta bagi karyawan untuk meningkatkan kualitas diri dan kompetensinya.

“Saat ini PT TransJakarta tercatat sebagai perusahaan daerah yang memiliki jumlah karyawan terbanyak. Karyawan kami saat ini mencapai hampir 9.000 orang. Banyak di antaranya bukan sarjana tapi tak sedikit yang sudah sarjana. Kemarin saya terhenyak, selepas upacara ada yang mendatangi saya untuk foto bareng, salah satunya adalah anggota DPO (Departemen Pengaman Operasional-red) wanita yang demo karate TJ fighter. Dia dari Ambon, sarjana lulusan Fakultas Hukum Universitas Pattimura. Perguruan tinggi negeri di timur Indonesia!” kata Agung Wicaksono, Direktur Utama PT Transjakarta, Senin (19/8).

Menurut Agung, masalah SDM ini menjadi tantangan bagi Transjakarta. “Mereka semua adalah tanggung jawab kami, manajemen Transjakarta, untuk terus meningkatkan kualitas mereka sebagai sumber daya manusia unggul yang mumpuni. Kami ingin mereka semua menjadi ‘Transjakarta Cendekia’,” kata Agung.

Pada kesempatan itu, Agung kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk mewujudkannya, manajemen PT Transjakarta telah menyepakati sejumlah fokus dan prioritas.

“Sumber daya manusia adalah fokus perhatian pertama dan paling utama. Nomor satu. Ini yang sangat penting. Kita tidak bisa membuat kota ini maju, nggak akan bisa membuat pelanggan bahagia, kalau kita tidak punya semangat untuk maju, kalau kita tidak merasa dalam hati kita merasa bahagia bekerja,” kata Agung.

Ia menambahkan, manajemen PT Transjakarta berjanji akan melakukan upaya-upaya pengembangan serta pengelolaan SDM secara konsisten dan komprehensif.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas Transjakarta Nadia Diposanjoyo menjelaskan beberapa langkah nyata yang telah mulai dan akan ditingkatkan pelaksanaannya adalah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan formal serta pemberian beasiswa belajar untuk karyawan. Awal tahun ini, Transjakarta telah menjalin kesepakatan dengan BPSDM Perhubungan.

Ia mengungkapkan, TransJakarta menargetkan bisa menyerap sedikitnya 750 lulusan BPSDM Perhubungan pada tahun 2019 ini. “Naik cukup signifikan dibanding realisasi tahun lalu sebanyak 250 orang,” kata Nadia.

Selain itu, perusahaan penyedia jasa angkutan umum ini juga telah menjalin kerja sama pemberian beasiswa dengan Universitas Paramadina Jakarta. Menurut dia, adanya beasiswa ini diharapkan bisa membangun semangat karyawan dalam meraih kemajuan nantinya. “Semuanya itu kuncinya adalah pendidikan,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA