Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Jarak Pandang di Pelalawan Memburuk Akibat Karhutla

Selasa 20 Agu 2019 10:22 WIB

Red: Andri Saubani

Satgas Karhutla Riau melakukan pemadaman bara api kebakaran lahan gambut di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (13/8/2019).

Satgas Karhutla Riau melakukan pemadaman bara api kebakaran lahan gambut di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (13/8/2019).

Foto: Antara/Rony Muharrman
Luas karhutla terus bertambah di sejumlah daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan jarak pandang di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, memburuk pada Selasa (20/8) pagi akibat pengaruh asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Luas karhutla terus bertambah di sejumlah daerah.

Baca Juga

“Pelalawan tadi pagi jarak pandang 4 kilometer pada jam 7, lalu pada jam 8 jadi 1,5 kilometer. Malah lebih buruk,” kata Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah di Pekanbaru, Selasa.

Yudhistira mengatakan, asap yang menyelimuti Pelalawan lebih disebabkan akibat karhutla di daerah itu sendiri. Kondisi udara pada pagi ini diperparah karena hembusan angin cenderung tenang (calm) sehingga asap bertahan di Pelalawan.

“Angin di Pelalawan cenderung calm sehingga pergerakan partikel (asap) di udara bertumpuk,” katanya.

Berdasarkan data BMKG pada pukul 06.00 WIB satelit memantau ada 73 titik panas di Riau, dan daerah paling banyak adalah Kabupaten Pelalawan dengan 23 titik. Kemudian Inhil 17 titik, Inhu 10 titik, Kampar 8 titik, Bengkalis dan Rohul masing-masing 3 titik, Kepulauan Meranti, Rohil dan Kuansing masing-masing 2 titik, serta Siak, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru masing-masing satu titik panas.

Dari jumlah titik panas yang ada, BMKG menyatakan ada 44 titik yang terindikasi kuat merupakan titik api karhutla. Lokasi paling banyak di Pelalawan dengan 15 titik, kemudian di Inhil 12 titik, dan Inhu tujuh titik. Titik api dengan tingkat keakuratan hingga angka 100 banyak terdeteksi di Kecamatan Pangkalan Kuras.

Pantuan BMKG tentang kualitas udara pada pukul 08.00 WIB menunjukkan polusi asap karhutla membuat kualitas udara terus naik dari status sedang mendekati status tidak sehat. Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau, Edwar Sanger mengatakan, luas karhutla terus bertambah di sejumlah daerah.

Seperti di Desa Alem Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Inhu seluas sekitar enam hektare (Ha). Kemudian di Tapak Kuda Desa Gondai Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan bertambah sekitar 2 Ha, Kelurahan Kerinci Timur Kabupaten Pelalawan sekitar 2 Ha.

Di Kabupaten Inhil, kebakaran bertambah di Parit 9 Desa Kayu Rajal seluas 5 Ha, Parit 9 Desa Teluk Jira seluas sekira 3 Ha, dan di Parit 15 Desa Lalang Hulu seluas 5 Ha. Selain itu, kebakaran juga bertambah di Kabupaten Rohiil, yaitu di Simpang Lecek Kepenghuluan Sei Gajah Jaya Kecamatan Kubu seluas 2 Ha, di Perbatasan PT. Priatama – lahan masyarakat RT12/RW06 Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis seluas 3 Ha.

“Ada juga bertambah di Dusun Selat Pinang Masak, Desa.Topang, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti seluas 10 hektare,” kata Edwar.

Ia mengatakan pemadaman dari darat dan udara terus dilakukan pihak Satgas Karhutla Riau. Namun kondisi cuaca panas, angin kencang dan sumber air mengering, membuat upaya pemadaman tidak optimal.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA