Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Akses Internet Papua dan Papua Barat Masih Diperlambat

Selasa 20 Agu 2019 14:25 WIB

Rep: Dian Erika N/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah polisi membersihkan sisa kerusuhan di salah satu ruas jalan di Manokwari, Papua Barat, Selasa (20/8/2019).

Sejumlah polisi membersihkan sisa kerusuhan di salah satu ruas jalan di Manokwari, Papua Barat, Selasa (20/8/2019).

Foto: Antara/Tomi
Perlambatan untuk mengantisipasi viralnya informasi hoaks di Papua dan Papua Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana Tugas (Plt) Kabiro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ferdinandus Setu, mengatakan pihaknya masih melakukan perlambatan akses internet (throttling) di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat pada Selasa (20/8). Salah satu daerah yang menjadi sasaran perlambatan yakni Kota Sorong (Papua Barat).   

Baca Juga

Ferdinandus mengungkapkan, akses internet di kedua provinsi sebanarnya sudah mulai dinormalkan pada Senin (19/8) malam. Tepatnya pada pukul 20.30 WIT setelah sebelumnya pada hari yang sama akses internet di sejumlah daerah di dua provinsi tersebut dibatasi.  

"Akan tetapi, karena pagi ini ada informasi aksi massa akan kembali digelar di beberapa kota, maka kami lakukan perlambatan kembali. Perlambatan aksea internet hari ini menyasar sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat tempat di mana ada konsentrasi massa, " ujar Ferdinandus ketika dihubungi Republika, Selasa (20/8).

Salah satu titik yang mengalami throttling adalah Kota Sorong. Perlambatan akses internet dimulai sejak Selasa pagi waktu setempat.  

Tujuan perlambatan ini, lanjut Ferdinandus, untuk mengantisipasi viralnya informasi hoaks yang memicu kemarahan masyarakat. "Takutnya nanti kan massa terprovokasi informasi yang tidak baik," tegasnya.  

Meski demikian, Kemenkominfo tetap akan melakukan evaluasi terhadap kondisi ini. Jika masyarakat dan keamanan sudah kondusif, maka akses internet akan dibuka lagi secara normal.  

"Kalau belum kondusif ya belum (normal). Jadi kami akan evalusi setiap hari," tambahnya.  

Sebelumnya, Kemenkominfo sempat memberlakukan perlambatan akses Internet (throttling) pada Senin. Kebijakan itu dikeluarkan setelah kerusuhan terjadi di beberapa titik di wilayah Papua pada hari yang sama.

"Kementerian Kominfo telah melakukan pelambatan akses atau bandwidth di beberapa wilayah yang terjadi aksi massa di Papua, pada Senin (19/8), seperti Manokwari, Jayapura, dan beberapa tempat lain," ujar Ferdinandus Setu, dalam keterangan resmi yang diterima Antara.

Perlambatan akses dan bandwidth di Papua itu dilakukan secara bertahap mulai pukul 13.00 WIT. Mulai pukul 20.30 WITA, akses Internet di sejumlah wilayah Papua mulai pulih menyusul kondisi yang semakin kondusif.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA