Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

IMM: Mari Tinggalkan Konflik Rasisme

Selasa 20 Aug 2019 16:38 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Teguh Firmansyah

Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono bertemu dengan sejumlah perwakilan tokoh masyarakat Papua se-Jabodetabek di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/8) malam.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono bertemu dengan sejumlah perwakilan tokoh masyarakat Papua se-Jabodetabek di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/8) malam.

Foto: Republika/Flori Sidebang
Bangsa Indonesia harus saling menghargai dan menghormati kepada setiap anak bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sangat menyesalkan berbagai tindakan rasisme, intoleransi dan perlakuan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. DPP IMM mengajak semua pihak untuk meninggalkan sikap rasisme di Indonesia.

"Mari setiap warga negara Indonesia untuk sama-sama merekatkan harmoni dan menjauhi potensi-potensi konflik semisal rasisme," kata Ketua DPP IMM, Muhammad Samsul, kepada Republika.co.id, Selasa (20/8). 

Samsul mengatakan, bangsa Indonesia harus saling menghargai dan menghormati terhadap setiap anak bangsa. Sesama anak bangsa jangan saling menyakiti, apalagi saling membunuh antaranak bangsa.

Dia juga menegaskan, superioritas dalam bentuk apapun merupakan kesalahan sekaligus ancaman bagi pihak lain. Karena itulah perilaku kenegaraan yang berbasis pada moralitas dan transendensi sukuisme harus dikembalikan sebagai pijakan utama.

"Jangan sampai upaya kebebasan dan kemerdekaan berbangsa yang diimpikan oleh setiap negara di dunia dicederai oleh praktik barbarian dengan mengatasnamakan superioritas kebangsaan atau primordialisme suku, dengan merasa dirinya adalah bangsa pilihan Tuhan," ujarnya.

Mantan ketua DPD IMM Papua Barat itu sangat sangat menyesalkan dan berharap tindakan rasisme, intoleransi serta perlakuan diskriminasi tidak terjadi lagi. Bangsa Indonesia tercinta seharusnya sudah harus meninggalkan konflik-konflik yang berbau rasisme. Sebab isu tersebut sangat sensitif dan sangat merugikan keutuhan NKRI dan kehidupan berbangsa serta bernegara

Samsul mengajak seluruh elemen bangsa untuk sama-sama membangun peradaban di Indonesia dengan perasaan saling menghormati. Dia juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia telah memiliki Pancasila sebagai ideologi pemersatu. Jadi mari hentikan setiap gerakan, sikap, perkataan, perbuatan yang mengarah ke rasisme.

"Karena bangsa kita adalah bangsa yang besar dan banyak etnisnya, budayanya, dan adat istiadatnya, seluruh elemen bangsa sudah seharusnya saling bergandengan tangan bersama-sama dalam menghadapi tantangan perubahan zaman yang sangat cepat dan persaingan global yang kian menakutkan," kata Samsul.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA