Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

IPW Soroti Kejahatan Siber yang Mencatut Nama Sanken

Selasa 20 Agu 2019 18:26 WIB

Red: Gita Amanda

Website Sanken.

Website Sanken.

Foto: Sanken
Kejahatan dengan menggunakan web merugikan Sanken dan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kejahatan di dunia maya yang mencatut nama Sanken, mendapat sorotan dari Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Menurutnya, kejahatan dengan menggunakan web palsu Sanken, tidak saja merugikan Sanken, melainkan juga masyarakat menjadi korbannya.

"Dalam kasus ini ada dua pihak yang dirugikan, Sanken dan masyarakat yang menjadi korban penipuan. Sebaiknya, selain Sanken, para korban juga melaporkan kasus ini ke polisi," kata Neta Pane saat dihubungi terkait kasus penipuan web yang mengatasnamakan Sanken, kemarin, di Jakarta.

Mengingat sudah adanya sejumlah korban, ia pun meminta Polda Metro Jaya bekerja cepat mengungkap dan menangkap pelakunya agar tidak semakin banyak lagi korban berjatuhan. Terlebih pihak Sanken sudah melaporkan kasus ini kepada Polda Metro Jaya.

Sebulan lebih berlalu, laporan ini bukannya membuat pelaku menghentikan kejahatannya, malah terus menjaring korban dengan berganti-ganti domain meski dengan tetap menyelipkan nama Sanken.

"Dalam mengungkap kasus ini Polda Metro Jaya bisa meminta bantuan Direktorat Cyber Crime Mabes Polri yang belum lama ini melaunching Patroli Siber. Dari kasus ini kecanggihan Patroli Siber diuji mampu tidak kepolisian mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku kejahatan siber ini," tandasnya seperti dalam siaran persnya.

Teddy Tjan, Direktur Pemasaran PT Istana Argo Kencana (Sanken), mengaku modus penipuan baru yang membawa nama Sanken itu sudah merusak nama baik Sanken yang selama ini selalu dijaga. Penipuan ini mencoba mengincar kelemahan konsumen yang menjadi pelanggan setia Sanken.

Pelaku kejahatan ini kerap berganti-ganti web dengan housting di berbeda-beda, namun tetap dengan menyelipkan nama Sanken di web tersebut. Sebut saja mysanken.com, sankenid.com, sankenku.com, dan banyak lagi. Terpantau satu, maka pelaku mengganti dengan web yang lain.

"Karenanya, masyarakat harus lebih berhati-hati dan waspada jika ada penawaran menarik dari selain website resmi di www.sanken.co.id, " tandasnya.

Masyarakat juga diminta untuk berpikir cerdas menyikapi penawaran produk yang dijual di luar situs resmi Sanken di www.sanken.co.id. Jangan sampai masyarakat yang melakukan transaksi pada website penipuan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang diminta pelaku.

Dikatakan, pelaku penipuan ini memanfaatkan belanja promo yang tengah tren di toko online. "Masyarakat jangan langsung percaya jika ada penawaran yang di luar logika. Ada baiknya memastikan di web resmi Sanken di www.sanken.co.id," tambahnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA