Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Kemendagri Pastikan Jatim Tuan Rumah Pertemuan Soal Papua

Rabu 21 Agu 2019 07:27 WIB

Red: Ratna Puspita

Plt. Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik

Plt. Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik

Foto: Puspen Kemendagri
Kemendagri akan mengusahakan penyelesaian soal Papua dilakukan pada akhir Agustus.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan Jawa Timur menjadi tuan rumah pertemuan dan silaturahim membahas penyelesaian tentang persoalan di Papua serta Papua Barat. Kemendagri akan mengusahakan penyelesaian masalah ini dilakukan pada akhir Agustus. 

"Cuma, jadwalnya kami serahkan sepenuhnya ke Bu Gubernur," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Otonomi Daerah Akmal Malik usai menggelar pertemuan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa (20/8).

Baca Juga

Dijadwalkan akan hadir pada pertemuan tersebut selain Gubernur Jatim adalah Gubernur Papua Lukas Enembe, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menkopolhukam Wiranto, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Menurut dia, pertemuan tersebut menjadi langkah untuk memberikan jaminan bagi warga Papua yang menempuh pendidikan di Jawa Timur dan sebaliknya, warga Jatim yang ada di Papua dan Papua Barat.

Sementara itu, Gubernur Khofifah mengaku siap menjadi tuan rumah untuk menyelesaikan persoalan di Papua, sekaligus menggagas adanya sister province antara Jatim dan Papua serta Papua Barat. "Biasanya sister city itu dengan luar negeri, tapi sekarang provinsi dengan provinsi. Jadi, akan ada provinsi kembar antara Papua Barat dan Jatim, lalu Papua dan Jatim. Jadi, bisa saja kerja sama di dunia pendidikan hingga life skill vocational training," katanya.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut mengaku akan segera mengatur waktunya dan berkoordinasi intensif dengan Mendagri. "Saya berharap tidak terlalu lama dan formatnya nanti ada kesepakatan kerja sama di bidang pendidikan hingga sumber daya manusia," kata mantan menteri sosial tersebut.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA