Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Massa Dikabarkan Kepung Kantor DPP Golkar, Ace: Tidak Benar

Rabu 21 Aug 2019 09:26 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani

Ace Hasan Syadzily

Ace Hasan Syadzily

Foto: Republika/Wihdan
Massa yang berada di kantor DPP Golkar disebut berasal dari AMPG.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Waketum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Nofel Saleh Hilabi menyebut kantor DPP Golkar telah dikepung oleh puluhan orang dalam sepekan terakhir. Ia menyebut, massa yang beratribut AMPG itu telah mengintimidasi kader serta pengurus yang hendak masuk kantor tersebut.

Namun, Ketua Bidang Penggalangan Opini dan Media DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily membantah informasi tersebut. Ia menegaskan, bahwa massa beratribut AMPG itu hanya berkumpul biasa, bukan mengepung seperti yang dikatakan oleh Nofel.

"Tidak ada penjagaan ketat, kalau AMPG mau melakukan apel itu kan biasa. Jadi tidak perlu didramatisasi," ujar Ace saat dikonfirmasi, Rabu (21/8).

Ace menepis kabar bahwa kehadiran AMPG di kantor DPP Golkar berhubungan dengan pencalonan ketua umum partai tersebut. Kehadiran mereka tidak berkaitan dengan musyawarah nasional (munas) yang direncanakan pada Desember mendatang.

"Biasa saja, jangan membuat kegaduhan yang tidak perlu. Tidak ada (kaitannya dengan pencalonan ketua umum)," ujar Ace.

Ace berharap semua pihak tak berspekulasi ataupun mendramatisasi informasi tersebut. Karena, massa AMPG yang berada di kantor DPP Golkar tak melakukan intimidasi pada kader partai.

Sebelumnya, Nofel menyebut bahwa kantor DPP Golkar dikepung oleh massa yang mengenakan atribut AMPG. Ia menyebut, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang mengerahkan orang-orang tersebut.

Nofel menduga, tindakan itu disinyalir terkait jelang pelaksanaan munas. Ia menilai, intimidasi telah dilakukan oleh orang-orang tersebut kepada kader Golkar yang ingin masuk.

"Saya juga tidak tahu apa yang dijaga. Sedangkan DPP itu tak pernah melakukan kegiatan apa pun. Sekarang kader-kader mau masuk pada tidak bisa," ujar Nofel, Selasa (20/8).

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA