Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Fahri Hamzah Kritisi Usulan Penambahan Ketua MPR

Rabu 21 Aug 2019 15:39 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Wakil ketua DPR Republik Indonesia Fahri Hamzah

Wakil ketua DPR Republik Indonesia Fahri Hamzah

Foto: Republika
Tugas MPR lantaran lebih bersifat sementara, berbeda dengan tugas DPR dan DPD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritisi terkait usulan penambahan pimpinan MPR menjadi menjadi 10 orang. Menurut Fahri, tugas MPR lantaran lebih bersifat sementara, berbeda dengan tugas DPR dan DPD.

Baca Juga

"Beda dengan DPD dengan DPR sifat kepemimpinan permanen sebab tiap hari bukan harus cuma terima tamu tapi ada rapim ada rapat bamus. Rapat bamus tiap pekan rapat paripurna setiap pekan itu harus dipimpin," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8).

Sedangkan MPR, Fahri menjelaskan, hanya ada tiga tugas utama. Pertama melantik presiden dan wakil presiden, mengubah dan menetapkan UUD, dan memberhentikan presiden.

"Yang dua nyaris nggak ada. Berarti cuma sekali aja itu kepemimpinan MPR diperlukan pada saat pelantikan, udah itu selesai," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan, tidak ada aturan untuk menambah jumlah pimpinan sampai saat ini. Namun, ia mempersilakan jika DPR mendatang ingin mengubah aturan tersebut.

Jika maksud penambahan pimpinan tersebut hanya untuk simbolik, menurutnya, hal itu tidaklah rasional. Namun secara fungsi, ia menilai, penambahan jumlah pimpinan tersebut tidak ada gunanya.

"Kalau fungsional nggak ada fungsinya gitu," tuturnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA