Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

TJI Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Tangani Papua

Rabu 21 Agu 2019 23:19 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Warga melakukan konvoi saat aksi di Mimika, Papua, Rabu (21/8/2019).

Warga melakukan konvoi saat aksi di Mimika, Papua, Rabu (21/8/2019).

Foto: Antara/Sevianto Pakiding
Semua pihak selain Pemerintah diminta jaga kondusivitas di Papua

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif The Jakarta Institute (TJI) Reza Fahlevi mendukung pemerintah menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Indonesia, terutama keamanan seluruh warganya dari berbagai gangguan dan intimidasi serta sikap rasis. Untuk itu, ia berharap aparat penegak hukum segera mengusut dalang utama penyebar berita hoax yang memicu aparat dan ormas bentrok dengan sejumlah mahasiswa asal Papua di Jawa Timur.

Levi mengapresiasi respon cepat pemerintah pusat dan daerah serta aparat dalam hal ini TNI-Polri dalam meredam gejolak masyarakat Papua. Dia juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas di Papua. 

Baca Juga

"Hal itu bisa dilakukan dengan hal yang paling sederhana dimulai dari diri kita sendiri yaitu tidak ikut menyebar berita hoax yang turut menjadi penyebab kemarahan masyarakat di Papua," ungkap Levi sapaan akrabnya dalam siaran, Rabu (21/8).

"Gara-gara postingan video penggrebekan di asrama mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya yang sudah diedit dan dibumbui sentimen rasis dan pelecehan terhadap simbol negara, di Papua meledak amarah dari saudara-saudara kita di Bumi Cendrawasih tersebut," sambung Levi.

Dan di sosial media, menurut Levi semakin mengeras pembelahan yang ada karena sudah disusupi kepentingan politik dari pihak-pihak yang hendak merongrong keutuhan NKRI.

"Awalnya kerusuhan yang pecah di Manokwari Papua Barat kemarin kan disebabkan sikap reaksioner massa terkait adanya insiden yang berkenaan dengan mahaiswa Papua di dua daerah di Jatim saat perayaan HUT RI akhir pekan lalu," urai Levi.

Levi menambahkan, timbulnya gejolak di Papua Barat, karena adanya konstruksi sosial yang dilakukan oleh oknum tertentu. Dan ada pihak-pihak yang mengembangkan informasi-informasi seperti itu untuk kepentingan mereka sendiri. "Kami mengapresiasi respon cepat pemerintah melalui kepolisian dan TNI yang telah mengkondisikan gejolak di sejumlah daerah di Papua terutama di Manokwari," kata Levi.

Dia menjelaskan, respon Presiden untuk menghimbau kepada masyarakat Papua untuk memaafkan tindakan serta ucapan rasis yang dilakukan sejumlah oknum ormas dan aparat di Jawa Timur patut diapresiasi setinggi-tingginya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA