Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

PKB Ingin Perkuat Suara Luar Jawa

Rabu 21 Aug 2019 09:08 WIB

Red: Budi Raharjo

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberikan sambutan dalam Muktamar V PKB di Bali, Selasa (20/8/2019).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberikan sambutan dalam Muktamar V PKB di Bali, Selasa (20/8/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Wilayah lain yang disasar PKB adalah Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sengaja menggelar Muktamar V di Nusa Dua, Bali. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menuturkan, pelaksanaan muktamar di Bali karena partainya ingin mulai menguatkan basis suara di luar Pulau Jawa. Sosok yang akrab disapa Cak Imin ini mengatakan, salah satu daerah yang diinginkan PKB adalah Provinsi Bali.

“Muktamar ini istimewa karena PKB di Bali belum kuat. Tapi, karena belum kuat, jadi berani melaksanakan Muktamar di Bali jadi kuat,” kata Cak Imin di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8).

Cak Imin menilai, Bali merupakan provinsi yang istimewa karena merupakan simbol keberagaman, toleransi, dan semangat persatuan. “Ya, istimewa di Bali karena dimensi budayanya, toleransinya, kebinekaannya. Yang kedua, saya yakin, dengan di Bali ini para kader semakin semangat bekerja,” katanya.

Ia menambahkan, wilayah lain yang disasar PKB sebagai basis suara baru adalah Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Cak Imin menegaskan, untuk meraih basis suara di luar Jawa, PKB harus menjadi partai yang melayani.

PKB harus belajar dari kepemimpinan Presiden Jokowi yang menghilangkan jarak antara rakyat dan pemerintah. Ia meminta seluruh kader PKB yang menempati jabatan publik dapat berubah, bukan lagi minta dilayani, melainkan harus melayani masyarakat. “Kader PKB yang jadi pejabat negara juga telah berubah dan tidak boleh lagi menjadi jurang dibanding masyarakatnya,” ujarnya.

Muktamar V di Bali, PKB akan membahas program aksi untuk lima tahun mendatang. Cak Imin menuturkan, pihaknya ingin menyiapkan langkah persiapan peran di legislatif dan eksekutif bersama Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma'ruf Amin serta peran di kemasyarakatan.

Sosok yang mulai mengenalkan diri sebagai Gus Ami ini menambahkan, dengan adanya tiga peran tersebut memiliki fungsi dalam hal konsentrasi, baik untuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. PKB juga menyiapkan tiga strategi untuk peningkatan, meliputi peningkatan mutu kualitas pendidikan, peningkatan usaha kecil dan menengah, serta dakwah sosial dan kebudayaan yang masuk dalam segala sektor.

“Tiga strategi itu masuk di semua sektor, seperti sektor budaya, sektor ekonomi, sektor infrastruktur, dan tidak terpatok pada satu portofolio, dua portofolio, semuanya masuk dalam rangkaian kami,” jelasnya.

Menurut Cak Imin, Muktamar V PKB menyundang seluruh ketua umum partai di Indonesia. Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, maupun wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin juga diundang.

photo
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) disaksikan Ketua Dewan Syuro PKB Dimyati Rois (kanan) dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kiri) mengetapel sarang lebah untuk membuka Muktamar V PKB di Bali, Selasa (20/8/2019).


Presiden Jokowi dalam sambutannya membuka Muktamar V PKB mengaku heran pemilihan lokasi muktamar di Bali. Ia mengatakan sembari berseloroh, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga baru saja menggelar Kongres V PDIP di Bali.

Namun, ia memaklumi, PDIP menggelar kongres di Bali. Sebab, Provinsi Bali menjadi salah satu lumbung suara partai berlambang banteng moncong putih tersebut. PDIP menguasai suara di Bali dan mengantarkan salah satu kadernya I Wayan Koster menjadi Gubernu Provinsi Bali.

“Saya kadang mikir, PDIP mengadakan kongres di Bali karena basis kuat di Bali. Terus kalau PKB melaksanakan muktamar di Bali ini karena apa?” tutur Jokowi disambut tawa riuh peserta muktamar.

Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut menduga-duga, PKB juga ingin mengambil suara PDIP yang ada di Bali. Masih sembari berseloroh, Jokowi mengingatkan, kader-kader PDIP di Bali untuk mulai waspada. “Jangan-jangan PKB juga ingin memperoleh suara besar di Bali. Hati-hati Pak Gubernur (Wayan Koster), hati-hati. Pak Ketua DPD PDIP hati-hati,” ujar Jokowi.

Berdasarkan data penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Pemilu 2014 lalu, PKB meraup sekitar 7,5 juta suara untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sedangkan pada Pemilu 2019 kemarin, di tiga provinsi di Jawa tersebut, PKB meraup 8,8 juta suara. Artinya, suara PKB naik sekitar 1,3 juta suara untuk tiga provinsi di Jawa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA