Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Cak Imin: Lewat Deklarasi Bali, PKB Yakin Menang Pemilu 2024

Rabu 21 Aug 2019 21:14 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Teguh Firmansyah

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar berfoto menjelang pembukaan Muktamar V PKB di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (20/8/2019).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar berfoto menjelang pembukaan Muktamar V PKB di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (20/8/2019).

Foto: Antara/Fikri Yusuf
PKB luncurkan sembilan poin Deklarasi Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, BALI -- Ketua Umum PKB, muhaimin-iskandar">Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, merasa, dengan Deklarasi Bali,  PKB dapat memenangkan Pemilu 2024. Menurutnya, Deklarasi Bali merupakan tekad juang dan program aksi PKB untuk membawa kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

"Dengan Deklarasi Bali saya yakin 2024 kita yang menang pemilu asalkan seluruh komitmen yang dibacakan oleh sahabat-sahabat ketua-ketua DPW tadi benar-benar secara konsisten, istiqomah, dijalankan dengan sungguh-sungguh," ujar Cak Imin pada sambutannya di penutupan Muktamar PKB di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8).

Menurut dia, Deklarasi Bali merupakan komitmen dan keputusan segenap kader PKB. Deklarasi Bali menjadi tekad juang dan program aksi PKB agar dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.

Berikut ini adalah sembilan poin Deklarasi Bali yang dibacakan pada penutupan Muktamar PKB 2019:

Kebangsaan

Rencana mengawal dan memperkokoh Pancasila, Bineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan UUD 1945 dalam komitmen berbangsa dan bernegara Pancasila dalam NKRI adalah final. Tidak ada dan tidak boleh ada ideologi yang menantang eksistensi ideologi Pancasila . Di negeri ini tidak ada tempat bagi kelompok yang akan menggoyang NKRI.

Kemanusiaan global

Mendorong dan turut mempromosikan Islam nusantara dalam kancah kehidupan global sebagai solusi atas berbagai konflik dan tragedi kemanusiaan berupa atas nama agama. Sebagai negara muslim terbesar di dunia Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk terus mengampanyekan moderasi Islam dalam rangka memperbaiki peradaban dan menciptakan tata dunia yang damai.

Keberpihakan

Bekerja total dan mengabdikan seluruh wakil politiknya untuk melayani, memfasilitasi, dan membela mustadh'afin, yakni mereka yang lemah atau terpinggirkan akibat sistem dan kebijakan yang tidak adil dan berpihak pada rakyat. Hakikat dari politik adalah keberpihakan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan keadilan dan kemaslahatan kehidupan bagi semua anak bangsa dengan mengedepankan ekonomi kerakyatan yang adil dan produktif.

Kaderisasi

Menuntaskan kaderisasi politik di semua lapisan masyarakat untuk memastikan terjadinya estafet dan regenerasi kepemimpinan politik yang dijiwai nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, dan kemanusiaan. Konsolidasi demokrasi dan kelembagaan politik Indonesia menjadi agenda yang terus dilakukan dan harus ditopang oleh partai yang kuat dan mengakar serta memiliki basis sosial militan, ideologis, dan dedikatif.

Khidmat NU

Melanjutkan dan memperkuat khidmat kepada NU dan warga NU khususnya di bidang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia, ekonomi mikro kecil dan menengah, serta agama dan kebinekaan yang dapat harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Lebih dari tanggung jawab historis kultural dan aspiratif komitmen ini menjadi langkah nyata untuk memberdayakan basis sosial dan memperkuat kohesi sosial

SDM dan inovasi

Mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan menggerakkan inovasi di kalangan kaum muda dan generasi milenial agar dapat bersaing dengan bangsa-bangsa yang lain sekaligus berkontribusi bagi pembangunan nasional dan kemajuan bangsa. SDM dan inovasi ini menjadi napas baru dan partai menuju modern di era revolusi industri dan teknologi digital yang bergerak sedemikian pesat.

Demokrasi inklusif

Mentransformasikan demokrasi Indonesia menjadi demokrasi yang inklusif. Demokrasi yang menjadi alat untuk mengikis ketimpangan dan kemiskinan, demokrasi yang memberikan kesempatan kepada semua orang untuk mendapat akses yang sama atas kemajuan ekonomi dan politik secara adil termasuk untuk masyarakat marginal, kaum mustadz'afin perempuan dan anak.

Kedaulatan desa

Mengawal dan terus memperkuat desa sebagai pilar kebudayaan bangsa dan perekonomian nasional. Kedaulatan desa harus terus diperkuat bukan saja karena desa menjadi basis sosial utama PKB, melainkan karena kesadaran bahwa desa adalah ruang hidup yang sangat penting bagi keberlangsungan ekonomi kerakyatan, terawatnya kearifan Nusantara, dan tumbuhnya nasionalisme.

Politik hijau

Meneguhkan PKB sebagai green party dengan mempromosikan politik yang berperspektif lingkungan sebagai prasyarat bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan berbasis pada nilai-nilai rahmatan lil alamin. Komitmen ini ditujukan untuk memastikan agar pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara adil dan ramah lingkungan untuk kesejahteraan generasi kini dan mendatang.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA