Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Karawang Ingin Bangun Bendungan Atasi Kekeringan

Kamis 22 Aug 2019 11:52 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Ani Nursalikah

Petugas BPBD Karawang, saat mendistribusikan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan, salah satunya di Kecamatan Tegalwaru.

Petugas BPBD Karawang, saat mendistribusikan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan, salah satunya di Kecamatan Tegalwaru.

Foto: Dok BPBD
Pembangunan bendungan direncanakan pada 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Pemerintah Kabupaten Karawang, berencana membangun bendungan skala sedang pada 2020. Bendungan ini untuk mengatasi permasalahan kekeringan yang setiap tahun terjadi.

Rencananya, bendungan ini akan dibangun di wilayah yang paling parah dilanda kekeringan di Kecamatan Tegalwaru, dan Pangkalan. Kepala Bappeda Karawang Eka Sanatha mengatakan, akan melobi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun bendungan skala sedang di tahun depan.

Baca Juga

Bendungan ini merupakan salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan kekeringan. "Tetapi sesuai arahan Pak Sekda. Jika usulan tidak diterima oleh provinsi, kami akan tetap membangunnya dengan APBD Karawang," ujarnya, Kamis (22/8).

Meski demikian, ia belum memastikan lokasi pasti untuk pembangunan bendungan tersebut. Saat ini, lokasinya masih dicari. Salah satu yang dipertimbangkan soal ketersediaan air. Bendungan ini akan menampung air di musim hujan, lalu saat musim kemarau airnya bisa dimanfaatkan.

 

"Jadi, kita ingin bendungan ini punya sumber mata air yang tetap juga. Seperti, ada daerah aliran air. Ketika musim kemarau, maka debit bendungan ini bisa stabil," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pemkab pernah membangun Bendung Waru di Tegalwaru yang ternyata ketika kemarau sumber air tidak mencukupi. Jadi, warga sekitar bendung tersebut tetap kesulitan air saat musim kemarau panjang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA