Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Cak Imin Bidik Aktor Tangguh di Partainya

Kamis 22 Agu 2019 14:00 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberikan sambutan dalam Muktamar V PKB di Bali, Selasa (20/8/2019).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberikan sambutan dalam Muktamar V PKB di Bali, Selasa (20/8/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Kolektivitas yang Cak Imin bangun di partai PKB terus berjalan.

REPUBLIKA.CO.ID, BALI -- Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, mengaku akan menyiapkan kepemimpinan yang merata di partainya. Menurutnya, di PKB kini sudah muncul aktor-aktor tangguh. "Menyiapkan kepemimpinan yang merata di PKB, banyak kepemimpinan yang muncul di dalam PKB," ujar Cak Imin di Nusa Dua, Bali, Kamis (22/8).

Cak Imin kini telah menjabat sebagai ketua umum PKB selama tiga periode dan akan berjalan satu periode lagi. Meski telah menjadi salah satu ketua umum partai yang terlama menjabat, ia mengaku tidak memiliki rencana menjadi ketua umum dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.

Baca Juga

"Ya enggak, ini kan karena yang lain pada enggak mau, yang lain pada berharap saya ya sudah. Belum tahu (ke depan akan dorong calon lain). Kita lihat," ungkapnya.

Cak Imin mengatakan, kolektivitas yang ia bangun di partainya berjalan. Menurutnya, aktor-aktor tangguh di internal PKB sudah muncul dan kekuatannya setara antara satu sama lainnya. Aktor-aktor yang ia nilai aktif dan produktif. "Aktor-aktor tangguh muncul, setara. Ada Hanif, Imam Nahrowi, Sanjoyo, Faisol Reza yang aktif ya, produktif," katanya.

Sebelumnya ia mengatakan, semua kader PKB memiliki hak untuk memimpin. Tapi, kader tersebut harus mengerti betul modal dasar di era politik yang menurutnya keras dan tajam ini.

"Semua kader punya hak dan kesempatan yang sama untuk memimpin. Tinggal di antara yang punya kesempatan itu mampu membuktikan karya nayata di masing-masing DPC," ujar Cak Imin pada sambutannya di penutupan Muktamar PKB di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8).

Ia mengatakan, setap DPC mempunyai hak untuk mengusulkan nama-nama untuk dicalonkan sebagai pemimpin dengan segala kualitas dan kompetisi yang dimiliki. Tapi, ia menyorot satu hal yang kadang tidak dilaksanakan oleh kader di DPC, yakni mengorbitkan diri di publik melalui media.

"Enggak pernah masuk media kok masuk jadi Ketua DPC gitu lho. Kok ya pede banget. Mana rakyat bisa mendengar Ketua DPC yang belum masuk ke media publik. Kok tidak punya akun media sosial. Itu keterlaluan," katanya.

Menurutnya, siapa pun yang hendak jadi pemimpin harus mengerti betul modal dasar di era politik saat ini. Era yang menurutnya keras dan tajam. Dengan memiliki modal dasar yang kuat, maka pemimpin itu dapat berkompetisi dengan kekuatan-kekuatan politik yang lebih besar. "Berkompetisi bukan sesama PKB tapi dengan kekuatan-kekuatan lain yang lebih besar," tuturnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA