Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Ditawari Gabung PKB, Ini Jawaban Sandiaga Uno

Kamis 22 Aug 2019 13:40 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita

Mantan Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjadi pembicara dalam sebuah forum diskusi di Rumah Joang 45, Menteng, Jakarta, Kamis (22/8).

Mantan Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjadi pembicara dalam sebuah forum diskusi di Rumah Joang 45, Menteng, Jakarta, Kamis (22/8).

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Sandiaga mengatakan ia belum memikirkan tawaran-tawaran dari partai politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno merespons tawaran Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar untuk bergabung dengan PKB. Sandiaga mengatakan ia belum memikirkan tawaran-tawaran dari partai politik.

Saat ini, Sandiaga mengaku ingin beristirahat terlebih dahulu dari dunia politik, usai pemilihan presiden (Pilpres) 2019. "Semua saya ucapkan terima kasih, kemarin Gerindra juga ada utusan yang datang ke kantor saya, terima kasih. Saya jeda dulu dari politik sementara," ujar Sandi di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Kamis (22/8).

Baca Juga

Mantan gubernur DKI Jakarta mengungkapkan, sudah ada beberapa partai yang mengajukan penawaran untuk bergabung. Beberapa di antaranya Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Dalam beberapa bulan ke depan baru bisa menentukan, saya ingin istirahat dulu," ujar Sandi.

Namun, ia mengaku akan menentukan karir politiknya dalam beberapa bulan ke depan. "Saya ingin istirahat dulu, satu dua bulan lagi baru menentukan karier politiknya," ujar Sandi.

Cak Imin mengaku siap menerima kehadiran pasangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 di partainya. Ia mengaku senang jika Sandi mau bergabung dengan partai yang didirikan pada 1998 itu.

"Senang sekali kami kalau Pak Sandiaga merapat ke PKB," ujar pria yang kini disapa Gus Ami.

Sebelumnya, Cak Imin mengaku senang jika Sandi ingin bergabung dengan PKB.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA