Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

27 Alat Berat Dikerahkan Kebut Sekat Kanal Penahan Api

Kamis 22 Aug 2019 13:50 WIB

Rep: Maman Sudiaman/ Red: Agus Yulianto

Sebanyak 27 uit alat berat dikerahkan untuk membuat kanal/parit penahan kobaran api.

Sebanyak 27 uit alat berat dikerahkan untuk membuat kanal/parit penahan kobaran api.

Foto: Foto: Humas Pemkab Muba
Pembuatan kanal dimaksudkan agara kobaran api tidak menyeberang ke daerah pemukiman.

REPUBLIKA.CO.ID, BAYUNG LENCIR -- Pemadaman api kebakaran hutan perkebunan dan lahan (karhutbunlah) di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir terus dimaksimalkan. Sebanyak 27 alat berat excavator diturunkan untuk  tim pemadam karhutbunlah wilayah darat. Tujuannya mengisolasi penyebaran api di Sungai Medak Kecamatan Bayung Lencir. 

"Alat berat ini digunakan untuk membuat sekat kanal yang bertujuan untuk menaikkan daya simpan (retensi) air pada badan kanal dan sekitarnya.  Ini mencegah penurunan   permukaan air di lahan gambut sehingga lahan gambut di sekitarnya tetap basah dan sulit terbakar," kata Bupati Muba Dodi Reza Alex, Kamis (22/8). Alat berat  berasal dari bantuan dan kerja sama antar Pemda, perusahaan di Musi Banyuasin.  

photo

Tim tengah memadamkan kobaran api di area karhubunlah Muba. (Foto: Humas Pemkab Muba)

Penimbunan kanal  dilakukan untuk meningkatkan sedimentasi dan pendangkalan badan kanal  agar daya kuras airnya dapat dikurangi dan muka air di badan kanal dapat dipertahankan. Lahan-lahan gambut yang sudah mendapat pembasahan perlu terus dijaga sehingga meminimalisir penyebaran api dari lokasi kebakaran.

"Saya himbau kepada seluruh perusahaan bersinergi. Saling bantu  meminimalisir kebakaran yang terjadi. Kerahkan tim dan alat yang diperlukan tim lapangan dan udara," ujarnya. 

"Bagi perusahaan yang telah membantu kami ucapkan terimakasih dan bagi perusahaan  yang belum monitor kiranya dapat membantu sehingga meringankan beban petugas kita di lapangan.  Saya yakin jika kita bersinergi dan berkolaborasi  semuanya akan dapat terselesaikan dengan baik," kata Dodi lebih lanjut. 

Dikatakan Bupati, sekat kanal fungsinya sebagai penahan api supaya api tidak menyebar dan meluas  ke wilayah dekat  pemukiman warga. Sekat penahan api ini dibuat dengan lebar 8-15 meter yang diyakini mampu mengisolasi penyebaran api di lahan gambut yang saat ini terjadi di Desa Sungai Medak Kecamatan Bayung Lencir 

"Saat tim di lapangan baik Tim Pemkab Muba TNI / Polri, Manggala Agni, dan warga sekitar lokasi terus berjibaku  bekerja maksimal dan titik api mulai dapat diminilimasir dan diharapkan tidak meluas. Kami bersama tim semuanya berupaya memadamkan api karhutbunlah terus dimaksimalkan," tegasnya.

Kepala Dinas Perkebunan Muba Iskandar melaporkan, adapun alat berat yang digunakan sebanyak 27 unit tersebut disebar yakni 24 unit di dusun 5 Muara Medak dan 3 unit di dusun 9.  "Saat ini kami terus bekerja di lapangan dibantu warga dan bersama sama tim karhutbunlah dari TNI dan Polri, upaya-upaya lainnya pun terus digencarkan termasuk pemadaman api melalui jalur udara dengan water boombing," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA