Minggu, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Minggu, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Wiranto, Tito, Hadi Balik Kanan Tinggalkan Manokwari

Kamis 22 Agu 2019 23:23 WIB

Red: Andri Saubani

Menko Polhukam Wiranto (kedua kanan) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan berdialog dengan dengan sejumlah tokoh di Manokwari, Papua Barat, Kamis (22/8/2019).

Menko Polhukam Wiranto (kedua kanan) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan berdialog dengan dengan sejumlah tokoh di Manokwari, Papua Barat, Kamis (22/8/2019).

Foto: Antara/Toyiban
Wiranto menyatakan, kedatangannya ke Manokwari membawa pesan perdamaian.

REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI -- Kondisi keamanan di Manokwari dan Sorong, Papua Barat, diharapkan pulih serta kembali damai setelah Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta Menko Polhukam Jenderal (Purn) Wiranto mengunjungi daerah itu. Wiranto menyatakan, kedatangannya ke Manokwari membawa pesan perdamaian.

Baca Juga

"Kami balik kanan, mudah-mudahan kondisi lebih baik lagi. Kondisi lebih stabil. Kondisi pulih seperti sediakala. Saya kira semua berharap itu," tutur Wiranto dalam kunjungannya di Manokwari, Kamis (22/8).

Menurut dia, semua pihak tentunya tidak mengharapkan kekacauan dan terjadi perkelahian antara satu suku dan yang lain. Untuk itu, kedatangannya dengan Kapolri dan Panglima TNI yang membawa pesan kedamaian dari Presiden Joko Widodo untuk warga Papua Barat diharapkan membuahkan hasil positif.

"Kami datang ke sini bukan mengawasi, tetapi menyalami. Menyalami artinya apa? Di situ ada semangat kebersamaan persaudaraan. Kami datang ke mari bertemu dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama," kata Wiranto.

Ia mengatakan mewakili Presiden Jokowi, telah meminta Kapolri dan jajaran menindak atau memberikan sanksi hukum terhadap siapa pun yang secara nyata melanggar hukum dalam insiden rasial itu. "Entah nanti siapa urusan polisi, kapan, Pak Tito yang akan melaksanakan langkah-langkah itu," ucap dia.

Dari pantauan, masyarakat mulai membuka toko dan melakukan kegiatan ekonomi di Manokwari, meski masih terdapat pertokoan yang tutup tiga hari setelah kericuhan terjadi di ibu kota Provinsi Papua Barat itu. Abu dari ban dibakar masih nampak di jalan-jalan di Manokwari, kaca-kaca pertokoan pecah serta beberapa gedung bekas terbakar pun terlihat di kota itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA