Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

DPR Minta Pembangunan Ibu Kota Baru Perhatikan Lingkungan

Jumat 23 Aug 2019 00:39 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Pemindahan Ibu Kota Negara

Ilustrasi Pemindahan Ibu Kota Negara

Foto: mgrol101
Masyarakat Kalimantan ingin pembangunan nanti tegap melestarikan hutan-hutan di sana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) merespons keputusan pemerintah soal pemindahan ibu kota negara ke provinsi tersebut. Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mewakili masyarakat Kaltim meminta pembangunan di Kaltim tetap berkomitmen kepada kelestarian lingkungan.

Baca Juga

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim, Hetifah Sjaufudian, menegaskan masyarakat Kalimantan ingin agar pembangunan nanti tegap melestarikan hutan-hutan yang ada di sana. Sehingga, perencanaan pembangunan ibu kota ini harus matang dengan mengambil konsep yang futuristik dan tetap menjaga kelestarian lingkungan setempat. 

“Tentu ada pesan-pesan juga dari Kaltim, kalau kita membangun Kalimantan sebagai ibu kota kan bukan memindahkan Jakarta dengan segala problematikanya. Misalnya banjir, macet, polusi, jadi kami ingin Kalimantan ini jadi the future of Indonesia yang jadi suatu kemajuan dalam arti bukan moderen dalam artian sekarang yang ada pembangunan dan sebagainya,” ujar Hetifah sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (22/8) malam. 

Dia melanjutkan, persiapan pemindahan sebaiknya tidak hanya menyasar konsep tata ruang saja. Pertimbangan kearifan lokal Kalimantan sebagai paru-paru dunia menurutnya perlu diperhatikan.

Karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan konsep membangun green city, tetapi menurutnya harus lebih dari itu yakni forest city. “Bila perlu forest city, kalau masih green city lebih ekstrem dari itu lah ya kalau bisa. Tapi sudah bagus konsepnya seperti itu, kita support. Jadi harus tuangkan itu dengan lebih cermat turunannya seperti apa,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil memastikan ibu kota negara akan pindah ke Provinsi Kaltim. Namun untuk lokasi persisnya belum tahu.

"Kalimantan Timur, tapi lokasi spesifiknya yang belum," kata Sofyan di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/8).

Sofyan menegaskan, pengadaan lahan untuk kebutuhan ibu kota ini masih menunggu pengumuman resmi lokasi pasti ibu kota baru oleh Presiden.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA