Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Terapi 'Gelitik Telinga' Bantu Atasi Masalah Penuaan

Rabu 31 Jul 2019 05:18 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Gita Amanda

Membersihkan telinga (ilustrasi)

Membersihkan telinga (ilustrasi)

Foto: Boldsky
Menggelitik telinga dengan arus listrik kecil ternyata menyeimbangkan sistem saraf.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menggelitik telinga dengan arus listrik kecil ternyata dapat menyeimbangkan kembali sistem saraf pada usia di atas 55 tahun. Terapi ini dapat membantu lansia menua lebih sehat.

Dilansir dari BBC, sebuah studi mengungkapkan, stimulasi saraf vagus, yang terhubung ke jantung, paru-paru dan usus, menyebabkan perbaikan dalam tubuh, tidur dan suasana hati. Tim Universitas Leeds mengatakan prosedur itu dapat membuat perbedaan besar bagi kehidupan masyarakat.

Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui dampak kesehatan secara jangka panjangnya.

Baca Juga

Telinga bertindak sebagai pintu gerbang ke sistem saraf tubuh. Satu cabang kecil dari saraf vagus dapat dirangsang melalui kulit dalam bagian tertentu dari telinga luar.
Bagi sebagian orang, terapi ini terasa geli. Tetapi orang lain, itu tidak menyakitkan.

Juga disebut "saraf pengembara", karena panjang dan terhubung dengan baik. Saraf vagus mentransmisikan informasi dari otak ke organ-organ di sekitar tubuh, seperti jantung dan paru-paru.

DIlansir BBC, saraf ini pun merupakan elemen penting untuk sistem saraf otonom tubuh. Sistem  yang memiliki cabang yang dikenal sebagai simpatis dan parasimpatis ini mengendalikan banyak fungsi tubuh, seperti pernapasan, pencernaan, detak jantung, dan tekanan darah.

Benar, sebab seiring bertambahnya usia, keseimbangan sistem saraf tubuh menjadi serba salah. Cabang simpatik, yang membantu tubuh bersiap untuk aktivitas 'melawan atau lari' intensitas tinggi, mulai mendominasi.

Dan cabang parasimpatis, yakni untuk aktivitas "istirahat dan cerna", menjadi kurang aktif. Ini membuat orang lebih rentan terhadap penyakit, seperti masalah jantung dan hipertensi, serta depresi dan kecemasan.

Penelitian berusaha melihat apakah keseimbangan ini dapat dipulihkan dengan menstimulasi saraf vagus di telinga. Para peneliti memberi 29 sukarelawan sehat berusia 55 tahun atau lebih untuk menstimulasi saraf vagal transkutan selama 15 menit sehari dalam dua pekan

Terapi ini menyebabkan peningkatan aktivitas parasimpatis dan penurunan aktivitas simpatis, membantu menyeimbangkan kembali sistem saraf tubuh. Orang-orang yang menunjukkan ketidakseimbangan terbesar pada awal studi mengalami peningkatan paling besar setelah menerima terapi.

Beberapa orang juga mengatakan suasana hati mereka membaik dan mereka tidur lebih nyenyak.

Penulis studi, Dr Beatrice Bretherton, dari sekolah ilmu biomedis di Leeds, mengatakan hasil ini hanyalah puncak dari gunung es. "Kami sangat bersemangat untuk menyelidiki lebih lanjut tentang efek dan potensi manfaat jangka panjang dari stimulasi telinga setiap hari, karena kami telah melihat respons yang bagus terhadap pengobatan sejauh ini," kata dia.

Dia mengatakan rencananya sekarang adalah untuk melihat apakah terapi tersebut dapat menguntungkan gangguan tertentu, seperti gagal jantung, depresi dan sindrom iritasi usus.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA