Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Belasan Bocah asal Indramayu Terjaring Razia di Warnet

Ahad 30 Jun 2019 23:18 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Polisi mendata pelajar yang terjaring razia di salah satu warung internet (warnet).

Polisi mendata pelajar yang terjaring razia di salah satu warung internet (warnet).

Foto: Antara/Irsan Mulyadi
Polres Indramayu merazia warnet dan menjaring belasan anak yang bermain game online

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Sebanyak 18 anak usia sekolah atau dibawah umur terjaring razia yang dilakukan jajaran kepolisian di Kabupaten Indramayu, Ahad (30/6). Mereka terjaring razia karena masih bermain game online di warnet hingga dini hari.

Razia yang menjadi bagian dari Giat Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) Gabungan Polsek Zona II Polres Indramayu, yang dimulai Sabtu (29/6) pukul 23.00 WIB hingga Ahad (30/6) pukul 04.30 WIB.

Razia tersebut dilakukan terhadap Warnet Game Onlines, yang membiarkan pengunjung dari kalangan anak usia sekolah/dibawah umur hingga larut malam. Pasalnya, aktivitas tersebut berpotensi mengganggu situasi Kamtibmas.

Dengan dipimpin Wakapolres Indramayu, Kompol Fajar Widyadharma, salah satu sasaran razia adalah Warnet Seven Net, di Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu.

Dalam razia itu, polisi berhasil mengamankan 18 orang anak usia Sekolah yang masih bermain Games Online di warnet hingga dini hari. Selain itu, polisi juga mengamankan delapan sepeda motor tanpa dilengkapi dokumen kepemilikan yang sah.

Polisi kemudian membawa pengunjung yang masih berstatus anak dibawah umur ke Mapolsek Karangampel. Selain itu, pemilik usaha warnet juga dilakukan pemeriksaan.

"Kami lakukan pendataan dan memanggil orang tua dari masing-masing anak tersebut," kata Fajar.

Seluruh anak usia sekolah yang diamankan itu lantas dijemput pulang oleh orang tuanya masing-masing. Para orang tua juga membuat surat  pernyataan kesanggupan untuk bisa menjaga dan merawat anaknya dengan lebih baik lagi.

"Kami berharap mereka tidak mengulang kembali di kemudian hari," tandas Fajar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA