Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Petani Kopi Temanggung Diminta Panen Petik Merah

Jumat 23 Aug 2019 10:10 WIB

Rep: Antara/ Red: Indira Rezkisari

Pekerja menjemur bijih kopi Arabika petik merah di Kwadungan, Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (12/8/2019).

Pekerja menjemur bijih kopi Arabika petik merah di Kwadungan, Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (12/8/2019).

Foto: ANTARA FOTO
Petik merah menjadi kunci pertahankan kualitas kopi Temanggung.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Para petani kopi di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, diminta meningkatkan kualitas hasil panen dengan cara petik kopi merah, kata Wakil Bupati Temanggung, Heri Ibnu Wibowo. Wibowo di Temanggung, Jumat (23/8), mengatakan minat terhadap kopi Temanggung semakin meningkat maka perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas kopi dengan petik merah.

Baca Juga

Ia mengatakan dengan petik merah maka harga kopi akan lebih mahal maka hasilnya juga akan lebih besar. "Jika kualitas ditingkatkan, ke depan petani kopi akan semakin sejahtera, karena harga kopi akan meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas kopi," katanya.

Ia mengatakan petik merah menjadi kunci dalam mempertahankan kualitas kopi. Selain itu dengan cara petik kopi merah ini juga meningkatkan harga kopi, baik kopi ceri (merah basah) maupun biji kopi (green bean).

Petani kopi Desa Muncar, Kecamatan Gemawang Sarwadi mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan petik merah dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut dia dengan cara petik merah ini harga jual kopi merah gelondong basah bisa mencapai antara Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per kilogram. Sedangkan jika dipetik campur antara merah dan hijau harga jual paling tinggi hanya Rp 5.000 per kilogram.

Ia mengatakan saat ini lebih dari 30 persen petani di daerahnya mulai melakukan petik merah.

"Kami sudah berupaya maksimal, agar petani bisa melakukan petik merah. Saat ini petani sudah mulai melakukan petik merah, meskipun belum semua petani melakukan petik merah," katanya.

Ia menuturkan tidak hanya harga jual kopi merah basah saja yang mengalami kenaikan harga. Pemetikan merah harga jual biji kopi kering juga tinggi antara Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram, sedangkan jika petik campur antara merah dan hijau harga jual biji kopi kering hanya berkisar antara Rp 22.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.

Menurut dia untuk mengajak petani melakukan petik merah dan mengolah kopi dengan lebih baik bukan perkara yang mudah. Apalagi pada panen raya ini petani berharap bisa lebih cepat mendapatkan uang dari hasil pertaniannya.

"Masalah ekonomi menjadi kendala, tetapi kami tetap berusaha agar semua petani di di desa kami bisa melakukan petik merah, dengan harapan kopi dari daerah kami kualitas semakin meningkat dan dengan demikian kesejahteraan petani akan semakin meningkat," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA