Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Kontak Senjata dengan Polri-TNI, Satu Anggota KKB Tewas

Jumat 23 Aug 2019 17:35 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12).

[ilustrasi] Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12).

Foto: Antara/Iwan Adisaputra
Satu anggota kepolisian dan seorang anggota Satpol PP mengalami luka tembak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Satu anggota militan meninggal dunia saat insiden kontak senjata antara tim gabungan Polri-Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pasar Jibama, Wamena, Papua, Jumat (23/8) WIT. Sementara satu anggota kepolisian, dan seorang anggota satuan pamong praja (Patpol PP) mengalami luka tembak dalam baku tembak tersebut.

Baca Juga

“Mereka ini diduga KKB. Tetapi masih didalami ini dari kelompok mana,” kata Kabag Penum Humas Polri Komisaris Besar Polisi Asep Adi Saputra, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (23/8).

Yang pasti, kata Asep, tim gabungan Polri dan TNI, saat ini masih melakukan pengejaran terhadap empat anggota KKB lainnya, yang berhasil lari dari insiden baku tembak tersebut. Asep menerangkan, kronologi baku tembak antara tim gabungn Polri -TNI dan KKB, berawal dari laporan masyarakat pada Kamis (22/8).

“Laporan masyarakat menyampaikan terjadi letusan senjata di Wamena. Persisnya di Pasar Jimbawa,” terang dia.

Pada Jumat (23/8), tim gabung Polri-TNI melakukan pengecekan langsung ke lokasi. “Saat melakukan pengecekan itulah (Polri-TNI) menemukan sedikitnya lima anggota masyarakat yang membawa senjata api,” kata Asep.

Tim gabungan Polri-TNI, kata Asep sudah melakukan pendekatan persuasif dengan meminta kelimanya menyerahkan diri. Akan tetapi, perlawanan terjadi dengan penyerangan terhadap petugas.

Tim gabungan, terpaksa melakukan kontak senjata. “Dari insiden kontak senjata itu, satu anggota KKB tewas di tempat. Empat yang lainnya melarikan diri sambil menembaki petugas,” terang Asep.

Sampai Jumat (23/8), kata dia, Polri-TNI masih melakukan pengejaran terhadap keempat anggota KKB yang berhasil kabur. Polri belum dapat memastikan apakah kontak senjata dengan KKB tersebut, terkait dengan insiden kerusuhan yang terjadi di kota-kota utama di Papua dan Papua Barat sejak Senin (19/8).

Namun, insiden tembak menembak antara Polri-TNI dan KKB ini yang pertama kali terjadi sejak Bumi Cenderawasih memanas lantaran aksi intimidasi dan rasialisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya, Malang di Jawa Timur (Jatim), dan Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA