Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Kemendagri Akui Belum Ada Persiapan Ibu Kota Baru

Jumat 23 Agu 2019 20:06 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Teguh Firmansyah

Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kedua kanan) menghadiri diskusi nasional pemindahan Ibu Kota Negara di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kedua kanan) menghadiri diskusi nasional pemindahan Ibu Kota Negara di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Foto: Antara/Galih Pradipta
Kemendagri masih menunggu dinamika rencana pemindahan ibu kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo telah mengumumkan ibu kota Indonesia akan dipindahkan ke Kalimantan dalam pidato kenegaraan HUT RI ke-74 dan sidang bersama DPD dan DPR RI pada 16 Agustus lalu. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada pengumuman lokasi ibu kota baru tersebut.

Plt Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri) Akmal Malik mengaku pihaknya belum mempersiapkan pemerintahan ibu kota baru. Kemendagri masih menunggu dinamika rencana pemindahan ibu kota.
"Belum ada (persiapan ibu kota baru)," ujar Akmal saat dikonfirmasi Republika.co.id, Jumat (23/8).

Namun, Akmal tak menjelaskan terkait dinamika yang dimaksud. Menurut dia, sampai saat ini Kemendagri masih menunggu arahan dari Presiden Jokowi terkait lokasi ibu kota baru. "Masih mencermati dinamika dan arahan Bapak Presiden," kata Akmal.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengatakan, hingga saat ini lokasi ibu kota baru Indonesia belum diputuskan. Menurut Menteri PPN, Bambang Brodjonegoro, Presiden Jokowi masih meminta beberapa detail kajian yang diperlukan terkait wacana pemindahan tersebut. 

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil meralat pernyataannya yang menyebutkan lokasi ibu kota baru adalah Kalimantan Timur (Kaltim). Menurutnya, Kaltim dan Kalimantan Tengah merupakan calon kuat untuk menjadi lokasi ibu kota baru negara.

"Itu (Kaltim) salah satu alternatif, tunggu saja," ujar Sofyan di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Jumat (23/8).

Sofyan mengatakan keputusan resmi pemerintah belum dikeluarkan lantaran masih ada beberapa kajian yang sedang dikerjakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas. Sofyan mengaku tidak tahu secara detail mengenai kajian yang sedang dilakukan Bappenas.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA