Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Tokoh Papua: Segera Ungkap Pelaku Rasis

Sabtu 24 Aug 2019 02:49 WIB

Red: Nora Azizah

Sejumlah massa Aksi Kamisan dan Mahasiswa Papua Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme menggelar unjuk rasa di Jalan Merdeka Utara, Jakarta.

Sejumlah massa Aksi Kamisan dan Mahasiswa Papua Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme menggelar unjuk rasa di Jalan Merdeka Utara, Jakarta.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Masyarakat Papua berharap kasus ini menjadi yang terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tokoh masyarakat Papua di Jakarta, Baharuddin Fara Wowan menyatakan dirinya dan masyarakat Papua di Jakarta pada umumnya berharap agar pelaku dugaan rasisme di Jawa Timur segera terungkap.

Baca Juga

"Kepada bapak TNI-Polri, sebagaimana tuntutan dari seluruh wilayah dari Sabang sampai Merauke, simpul-simpul pergerakan anak muda Papua tentang diusut tuntasnya kasus ini, kami melihat begitu cepat dan prosesnya sudah berjalan, kami berharap ini segera diungkapkan pelaku rasis maupun TNI ini, sehingga dapat meredam segala bentuk kekerasan rasisme di bangsa ini," ucap Baharuddin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/8).

Baharuddin menambahkan dia dan masyarakat Papua lainnya di Jakarta, berharap kejadian berbau rasisme tersebut jadi yang terakhir.

"Karena kita telah berikrar bersatu tanah air, bersatu bangsa, bersatu bahasa, bahasa Indonesia. Jika itu masih ada sekat-sekat perbedaan, maka kami yang dari ujung Timur merasa berbeda," tambah Baharuddin.

Dia mengatakan perbuatan rasisme semacam itu karena kami berbeda rambut dan berbeda warna kulit, sangat menginjak harkat dan martabat mereka.

"Derajat kami dipertaruhkan sebagai sebuah bangsa kami, terutama anak-anak di rumpun ras Melanesia sangat terciderai dengan bahasa maupun hal-hal seperti itu," lanjut Baharuddin.

Di sisi lain, Baharuddin berharap masyarakat di Papua dan Papua Barat bisa menahan diri karena kasus tersebut sambil berharap ungkapan bernada rasial itu hanya kejadian yang sesaat.

"Kami berharap kepada saudara-saudara kami di Papua dan Papua Barat menahan diri dan juga kami berharap ungkapan-ungkapan itu bukanlah datang dari hati, tapi kondisional. Sehingga jangan sampai berlarut-larut tentang ini," ucap dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA