Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Aparat Baku Tembak dengan KKB Papua

Sabtu 24 Aug 2019 07:51 WIB

Red: Budi Raharjo

Pihak berwajib Indonesia menyebut kelompok ini sebagai kelompok kriminal bersenjata dan menuduhnya melakukan penyerangan terhadap warga sipil.

Foto:
KKB teror warga di Kimbim dengan tembakan dan bawa senjata laras panjang di keramaian

Bukan dieksekusi
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengimbau warga tenang pasca tertembaknya satu anggota KKB. Menurut dia, pelaku ditembak karena sempat menodong masyarakat di sekitar pasar.

"Masyarakat jangan terpancing isu yang nanti mengatakan bahwa masyarakat ditembak. Ini dia menggunakan senjata api maka dilumpuhkan," kata dia.

Banua mengatakan, jika pelaku tidak dilumpuhkan, kemungkinan ada warga lain yang terkena tembakan dari anggota KKB itu. "Sudah pasti pelaku dari pihak KKB karena itu orang yang tidak dikenal selama ini," kata dia.

Sementara itu, Romo Franz Magnis Suseno meminta kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk menghentikan niatnya memisahkan diri dari Indonesia. Menurutnya, hal tersebut justru merugikan masyarakat Papua.

"OPM hentikan pendekatan bersenjata, itu tidak punya masa depan. Itu hanya akan menambah pembunuhan, kematian yang akan merugikan orang Papua itu sendiri," ujar Romo Magnis di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, Papua tidaklah sama dengan Timor Leste. Papua sudah sejak awal merupakan bagian dari Indonesia, yang sudah seharusnya tak perlu adanya pemisahan. "Papua itu memang sudah sah Indonesia dan tentu semua harus dijaga dalam rangka persatuan Indonesia," ujar Romo Magnis.

Romo pun mendesak pemerintah segera melakukan dialog demi menye le saikan masalah di Papua. Hal itu dapat menjadi salah satu bentuk perhatian negara terhadap Papua. "Kalau itu dilakukan dan dibuka dengan dialog sungguh-sungguh di mana pihak-pihak dari Papua, tentu ada pemecahan banyak orang Papua yang mengerti dan bersedia, dan Papua bisa menjadi succes story," kata Romo Magnis.

Selain itu, ia juga mendesak peme rintah untuk menyelesaikan masalah dengan kelompok separatis secara persuasif. Karena, pengaman menggunakan senjata tidak akan menyelesaikan masalah di Papua. "Pemerintah mengakhiri tangan bebas terhadap keamanan yang di situ bisa bertindak, tidak diperiksa. Hal pelanggaran hak asasi manusia jangan dibiarkan saja," ujar Romo Magnis. (bambang nroyono/nawir arsyad akbar/antara ed:ilham tirta)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA