Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

BNPT: Ada Kelompok Sebar Paham Terorisme di Pengajian

Selasa 20 Aug 2019 18:26 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi terorisme.

Ilustrasi terorisme.

Foto: Antara/Widodo S. Jusuf
"Ada kelompok-kelompok yang menyalahgunakan pengajian," kata BNPT.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Direktur Pencegahan BNPT Brigadir Jenderal Hamli meminta masyarakat mewaspadai beragam cara penyebarluasan paham radikal terorisme. Ia mencontohkan, cara tersebut seperti adanya kelompok tertentu yang menyalahgunakan forum pengajian untuk tujuan jahat.

Baca Juga

"Bukan kami mengatakan pengajian adalah tempat penyebarluasan paham radikal terorisme, tapi memang faktanya ada kelompok-kelompok yang menyalahgunakan pengajian untuk tujuan-tujuan itu," kata Hamli pada kegiatan Dialog Pelibatan Unsur Kampus dalam Pencegahan Terorisme di Universitas Lampung, Bandarlampung, Selasa (20/8).

Dia mencontohkan, adanya sekelompok perempuan yang setelah mengikuti pengajian tertentu langsung berpandangan negatif terhadap kelompok lain, enggan berteman dan ada bahkan yang sampai mengafirkan aparatur negara. "Yang seperti ini kan tidak bisa pengajiannya yang disalahkan, tapi harus didalami. Itu tadi di (pengajian--Red) dalam dikasih tahu apa kok begitu keluar jadinya begitu," tambahnya.

Untuk lingkungan kampus, Hamli berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan memberikan pengawasan terhadap jalannya pengajian-pengajian yang sifatnya tertutup. Hamli mendorong mahasiswa berfikir kritis untuk menolak ajakan bergabung atau melakukan aksi terorisme.

"Seperti tadi disuruh melakukan bom bunuh diri dengan iming-iming surga. Kalau ada critical thinking adik-adik bisa menjawab dengan mudah, ustaz saja dulu yang melakukan bom bunuh diri agar bisa masuk surga lebih awal," ujar Hamli disambut tawa peserta kegiatan.

Mantan narapidana terorisme, Kurnia Widodo, yang juga dihadirkan sebagai pemateri di kegiatan tersebut membenarkan apa yang disampaikan Hamli. Menurut dia, di lingkungan kampus bisa saja ditemui adanya pengajian-pengajian dengan tujuan penyebarluasan paham radikal terorisme.

"Halaqah-halaqah (pertemuan) yang mencurigakan, yang mojok-mojok gak jelas, jangan diikuti," kata Kurnia seraya menceritakan pengalamannya memperdalam keyakinan radikal di salah satu kampus di Bandung, Jawa Barat.

Ciri-ciri pengajian yang disalahgunakan untuk penyebarluasan paham radikal terorisme, lanjut Kurnia, biasanya banyak diisi dengan penyampaian hal-hal melenceng dari kaidah keagamaan umum. Misalnya, demokrasi adalah syirik, hari akhir, keyakinan kebenaran perjuangan khilafah.

"Yang disampaikan biasanya hal-hal umum, tapi berlebihan. Bukankah Nabi sudah mengajarkan bahwa yang berlebihan tidak bagus?" kata Kurnia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA