Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Bayi Gajah di KBS Diberi Nama Dumbo

Selasa 30 Jul 2019 21:25 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yudha Manggala P Putra

Dumbo bayi gajah yang baru lahir di Kebun Binatang Surabaya bermain bersama induknya, Selasa (30/7).

Dumbo bayi gajah yang baru lahir di Kebun Binatang Surabaya bermain bersama induknya, Selasa (30/7).

Foto: dok. Humas Pemkot Surabaya
Pemberian nama Dumbo bersumber dari cucu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Koleksi gajah di Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) bertambah, setelah lahirnya Gajah Sumatra berjenis kelamin jantan pada Senin (22/7). Bayi Gajah Sumatra tersebut lahir secara normal dengan berat badan 122 kilogram, tinggi badan 88 sentimeter, dan lingkar dada 118 sentimeter.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beserta cucunya yang mengunjungi KBS pada Selasa (30/7) sore, langsung memberikan nama kepada bayi gajah yang baru lahir tersebut. "Saya kasih nama bayi gajah ini Dumbo, yang beri nama itu Gwen (cucu wali kota)," kata Risma di sela kunjungannya.

Dumbo merupakan adik dari Gonzales (8), hasil perkawinan dari indukan gajah betina yang bernama Lembang (47) dan induk jantan yang bernama Doa (52). Proses awal perkawinan mereka berlangsung pada November 2017. Dengan lahirnya bayi Gajah Sumatera ini, maka koleksi Gajah Sumatera yang ada di Kebun Binatang Surabaya menjadi enam ekor.

Risma kemudian membeberkan alasan di balik pemberian nama ‘Dumbo’ pada bayi gajah yang baru lahir tersebut. Menurut Risma, Dumbo merupakan cerita legenda gajah kecil yang ditinggal mati oleh kedua induknya. Karena gajah itu pintar menempatkan diri, sehingga Dumbo ini disukai oleh sekelilingnya dan dijadikan raja di lingkungannya.

“Tadi idenya pemberian nama Dumbo itu Gwen (cucu wali kota), tapi sebelumnya aku pernah baca cerita soal Dumbo,” ujar Risma.

Risma mengatakan, dengan bertambahnya koleksi baru Gajah Sumatra itu membuktikan bahwa PDTS KBS mampu mengelola konservasi satwa, walaupun di tengah pusat keramaian kota. Bahkan, kata Risma, saat ini kondisi PDTS KBS jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Kondisinya (KBS) jauh lebih bagus saat dulu awal kita terima. Saya kira warga Surabaya bisa melihat kelahiran gajah di tengah kota bukan di tengah hutan, yang kotanya cukup padat penduduknya seekor gajah bisa lahir di kota,” kata Risma.

Saat ditanya rencana pengembangan satwa KBS yang belum memiliki pasangan, Risma memastikan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan untuk mencarikan pasangan satwa tersebut. Bahkan, dalam waktu dekat, pihaknya bakal mencarikan pasangan untuk satwa Zebra dan Jerapah.

“Ini sekarang lagi kita siapkan untuk bagaimana kita mendapatkan pasangannya itu. Tidak apa-apa misal nanti saya harus berkomunikasi dengan misalnya dari kota di Afrika, saya coba berkomunikasi supaya yang (satwa) jomblo itu bisa dapat pasangannya,” kata dia.

Risma juga memastikan, akan terus mengembangkan salah satu kawasan wisata favorit keluarga yang ada di Surabaya tersebut. Pengembangan itu diantaranya penambahan akses baru menuju PDTS KBS. Risma berharap, aksebilitas yang baru itu nantinya dapat semakin mempermudah pengunjung KBS yang datang menggunakan kendaraan besar seperti bus.

“Nanti akses dari Joyoboyo itu juga harus kita tata dulu. Mungkin jadi kebalik, dulu masuknya dari sana (sisi utara) mungkin kebalik. Karena kita lagi menata kawasan ini,” kata Risma.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA