Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Pengamanan Papua Harus Melalui Pendekatan Budaya

Sabtu 24 Agu 2019 18:09 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Andi Nur Aminah

Sejarawan Asvi Warman Adam.

Sejarawan Asvi Warman Adam.

Foto: Antara
Kebudayaan bisa menjadi alat pemersatu di daerah konflik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam mengatakan, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk menyelesaikan konflik di Papua. Pemerintah harus mengubah paradigma pengamanan di wilayah Timur Indonesia melalui pendekatan budaya.

"Pendekatan keamanan harus dilakukan juga dengan berbudaya, dalam arti tentara dan polisi yang bertugas di sana harus paham juga tentang budaya Papua. Dengan pendekatan budaya, itu bisa diselesaikan," ujar Asvi dalam diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (24/8).

Baca Juga

Asvi mengatakan, kebudayaan bisa menjadi alat pemersatu di daerah konflik. Ia menilai pembangunan di Papua yang telah dilakukan pemerintah dengan anggaran yang cukup besar belum cukup.

Sebab, pemerintah harus melihat aspek terutama berupaya menyingkirkan stigma negatif terhadap masyarakat Papua. Menurut Asvi, hal itu dapat dilakukan melalui budaya yang berperan penting meredam konflik.

"Pendekatan kebudayaan yang perlu dilakukan. Jadi bukan hanya pendekatan ekonomi dengan memberikan dana yang banyak, tapi bagaimana menganggap orang Papua sama dengan warga yang punya budaya lain juga," kata Asvi.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA