Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Menhan Ingatkan Tantangan di Masa Depan Lebih Berat

Sabtu 24 Aug 2019 19:19 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kanan)

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kanan)

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Para generasi muda bisa memiliki karakter yang unggul dan menguasai iptek.

REPUBLIKA.CO.ID,  Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Ryamizard Ryacudu mengingatkan tantangan bangsa di masa depan akan lebih berat daripada saat ini. Untuk itu, dia mendorong, para mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa untuk belajar sebaik mungkin.

"Kalian harus belajar dengan benar. Karena 20 sampai 30 tahun ke depan, kalianlah yang akan menjadi pemimpin negara. Dan 20 hingga 30 tahun yang akan datang, tantangan lebih berat lagi dari sekarang," jelas Ryamizard saat mengisi kuliah tamu di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya (UB), Malang, Sabtu (24/8).

Baca Juga

Ryamizard mendorong agar para generasi muda bisa memiliki karakter yang unggul dan menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Mahasiswa perlu terus berkarya agar mampu menciptakan bangsa yang besar nantinya. Apalagi Indonesia diprediksi akan sejajar dengan negara maju di masa mendatang.

Hal yang paling penting, generasi muda harus mempunyai integritas yang Pancasilais. Menjauhi segala paham yang berbahaya seperti radikalisme. Sebab, upaya ini bagaimana pun juga penting dilakukan demi kemajuan dan keutuhan bangsa kelak.

"Dan generasi pemimpin juga harus memiliki karakter dan berwawasan kebangsaan yang utuh," tegasnya.

Di kesempatan itu, Ryamizard juga mengungkapkan beberapa hal yang dibutuhkan menjadi seorang pemimpin dalam satu teori. Antara lain intelektual, pengetahuan lain dan kemampuan pengambilan keputusan. Sisi intelektual dan pengetahuan lain dibutuhkan masing-masing lima persen sedangkan pengambilan keputusan sebesar 10 persen.

"Lalu ke mana yang lain? 80 persen itu karakter. Kita harus punya karakter. Kalau tidak punya, itu harus dibangun betul," jelasnya.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA