Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Moeldoko Tutup Dialog dengan FPI, Ini Respons Munarman

Rabu 07 Aug 2019 15:05 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Teguh Firmansyah

Panglima FPI Munarman.

Panglima FPI Munarman.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Munarman mengaku telah menjelaskan soal ideologi FPI yang sempat jadi perhatian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Front Pembela Islam (FPI) sebagai ormas belum juga keluar. Bahkan, pemerintah melalui Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menegaskan, tidak akan membuka dialog dengan FPI soal ideologi selama persyaratan proses perpanjangan tidak dipenuhi.

Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Munarman menegaskan, pihaknya enggan mempersoalkan omongan Moeldoko tersebut. Bahkan, Munarman menyatakan, FPI juga enggan berdialog dengan manusia sombong.

"Kalau dengan manusia manusia sombong pengikut dajjal, siapapun dia. FPI memang ogah dialog, ngapain juga dialog," katanya, saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (7/8).

Munarman mengaku sudah menjelaskan soal ideologi FPI yang dikhawatirkan oleh sejumlah pihak. FPI juga mengaku telah mengantong syarat yang diperlukan untuk perpanjangan SKT.

Sebelumnya, Moeldoko mengatakan, proses perpanjangan SKT FPI akan segera selesai jika ormas tersebut menegaskan Pancasila sebagai ideologinya. Ia menegaskan agar tak ada pengembangan ideologi-ideologi lain selain Pancasila di Indonesia.

Baca Juga

Moeldoko pun meminta FPI untuk mengubahnya agar proses perpanjangan SKT segera selesai. Ia juga memastikan, jika FPI telah mengubahnya, persoalan akan selesai dengan sendirinya.

"Jangan mengembangkan ideologi lain, sudah itu prinsipnya. Dengan tegas FPI, ok ideologi saya Pancasila, selesai. Perilaku-perilaku Pancasila, selesai. Kan gitu, apalagi yang perlu didialogkan? Nggak ada yang didialogkan," kata Moeldoko.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA