Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Mahasiswa Unisa Jadi Delegasi DIY di Kapal Pemuda Nusantara

Ahad 25 Aug 2019 18:39 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

  Perwakilan mahasiswa-mahasiswa Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta yang akan mengikuti Kapal Pemuda Nusantara (KPN), ketika menemui Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X.

Perwakilan mahasiswa-mahasiswa Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta yang akan mengikuti Kapal Pemuda Nusantara (KPN), ketika menemui Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X.

Foto: Dokumen.
Lewat KPN ini bisa mengenal lebih dalam budaya dan potensi kelautan Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mengambil bagian dalam Kapal Pemuda Nusantara (KPN). Itu menjadi salah satu rangkaian agenda yang ada dalam Sail Nias 2019.

KPN merupakan salah satu program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Tujuannya, memperkenalkan keindahan-keindahan alam dan budaya yang dimiliki Indonesia kepada pemuda.

Amara Mulia Lumaku dari Prodi Akuntansi, berhasil terpilih mewakili DIY. Amara akan tampil bersama tiga rekan Unisa lain dalam KPN 2019, dan 102 pemuda perwakilan provinsi-provinsi Indonesia.

Selain itu, agenda itu akan diikuti perwakilan-perwakilan pemuda yang berasal dari negara-negara ASEAN. Amara akan mengikuti puncak KPN Sail Nias pada 16 September 2019 mendatang.

"Dalam KPN ini, kami membawa misi persahabatan dan memperkenalkan kebudayaan, serta potensi DIY kepada delegasi lain," kata Amara.

Lebih lanjut, Amara menjelaskan, tahun ini peserta KPN berkesempatan berlayar dengan puncaknya di beberapa daerah di Sumatra. Mulai Sibolga, Nias Selatan, sampai ke Lampung.

Rencananya, Sail Nias 2019 akan dihadiri langsung Presiden RI Joko Widodo, Menpora Imam Nahrowi, dan kepala-kepala daerah lain. Amara mengaku bangga dapat terpilih menjadi salah satu delegasi KPN 2019.

Melalui kegiatan ini, Amara berharap, banyak ilmu dan pengalaman baru yang akan diperoleh soal dunia bahari. Sebab, mereka memiliki kesempatan menampilkan budaya DIY seperti tari-tari dan sebagainya.

"Lewat KPN ini bisa mengenal lebih dalam budaya dan potensi kelautan Indonesia," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA