Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

Seleksi CPNS Kembali Digelar, Ini Jumlah yang Dibuka

Selasa 27 Aug 2019 14:44 WIB

Rep: Febryan/ Red: Teguh Firmansyah

Sejumlah CPNS mengikuti Presidential Lecture 2019,

Sejumlah CPNS mengikuti Presidential Lecture 2019,

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Kepastian formasi masih akan menunggu pembentukan kabinet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Kepegawaian Nasional (BKN) telah memastikan sebanyak 254.173 formasi akan dibuka dalam proses seleksi CPNS tahun 2019. Proses pendaftarannya akan dimulai setelah pelantikan presiden atau sekitar November.

Baca Juga

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan mengatakan, 254.173 formasi itu adalah jumlah maksimal penerimaan tahun ini. Sedangkan untuk detail formasinya, dia belum bisa memastikan.

"Kita masih menunggu kabinet baru terbentuk karena kemungkinan akan ada perbedaan ASN yang dibutuhkan jika ada perubahan menteri," kata Ridwan kepada Republika.co.id, Selasa (27/8).

Selain itu, lanjut Ridwan, jumlah formasi itu juga disediakan bagi kementerian baru yang akan dibentuk Presiden Joko Widodo pada kabinet pemerintahan keduanya. Seperti rencana Jokowi untuk membentuk kementerian yang mengurusi bidang investasi. "Tentu ini juga akan disesuaikan dengan formasi yang dibutuhkan," ucapnya.

Oleh sebab itu, kata Ridwan, Presiden Jokowi melarang semua lembaga membuat kebijakan strategis menjelang kabinet baru terbentuk, termasuk perekrutan CPNS. Ridwan sendiri memperkirakan, kepastian proses seleksi CPNS baru akan diumumkan pada akhir Oktober.

"Kepala BKN mengatakan paling cepat 27 oktober baru ada kepastian. Tapi yang pasti rekrutmen CPNS akan diadakan tanun ini. Kemungkinan November," ungkap Ridwan.

Ridwan menambahkan, berhubung akan mulai dipindahkannya pusat pemerintahan ke ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur pada 2024, ia pun meminta hal itu dijadikan pertimbangan oleh para calon pelamar dalam memilih formasi. Sebab, jika sudah menjadi ASN, tidak ada alasan untuk menolak pemindahan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA