Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Jatim-Inggris Kerja Sama Kajian Pengolahan Limbah

Rabu 28 Aug 2019 08:49 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa

Foto: Republika/Wihdan
Inggris menyiapkan Rp 50 triliun untuk investasi di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (27/8). Khofifah mengaku, pertemuan tersebut membahas beberapa kerja sama potensial, antara lain pendidikan vokasi khususnya las bawah laut, kursus bahasa inggris bagi guru dan pesantren, penjajakan investasi energi terbarukan dan LRT, serta kajian pengolahan limbah.

"Beberapa item sudah diikuti  penandatangangan nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan vokasi, kursus bahasa Inggris serta kajian pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)," kata Khofifah di Surabaya Rabu (28/8).

Khofifah berharap, dengan ditandatanganinya MoU tersebut, dapat mendorong serta memperkuat kerja sama antara pemprov Jatim dan Inggris di berbagai bidang, terutama di bidang pendidikan dan investasi. Di bidang investasi dan perdagangan, Khofifah mengundang para investor Inggris untuk bisa berinvestasi di Jatim. Apalagi 29,4 persen PDRB Jatim ditumpu dari sektor industri sehingga Jatim sudah masuk kategori provinsi industri.

Khofifah mengatakan, Inggris menyiapkan Rp 50 triliun untuk investasi di Indonesia. Sebagian dari investasi tersebut untuk proyek tambahan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta, Jawa Barat, dan diharapkannya pula dilakukan di Jawa Timur. Pembangunan LRT di Jatim, kata dia, sebagai bagian pengembangan koneksivitas Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (Gerbangkertosusila).

Dubes Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi solar panel dan pengolahan sampah plastik menjadi energi listrik. Dia berharap ini bisa menjadi salah satu solusi dari masalah sampah plastik di Jatim.

“Soal penanganan limbah beracun ini juga menjadi perhatian para ahli di Inggris, jadi kami harap kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas hidup manusia,” kata dia.

Sedangkan di bidang pendidikan, lanjutnya, ada beberapa universitas di Inggris yang tertarik bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya tentang pendidikan teknik di Jatim. Dia pun berharap, penandatanganan kerja sama ini akan menjadi awal dari banyak kerja sama yang akan terjalin.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA