Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Oded Minta Kajian Soal Usulan Pemindahan Ibu Kota Jabar

Kamis 29 Aug 2019 15:40 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani

Wali Kota Bandung Oded M Danial

Wali Kota Bandung Oded M Danial

Foto: Republika/Edi Yusuf
Usulan pemindahan ibukota Jabar harus diawali dengan kajian yang komprehensif

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Wali Kota Bandung Oded M. Danial menanggapi usulan pemindahan ibukota Provinsi Jawa Barat. Oded meminta usulan pemindahan ibukota provinsi harus diawali dengan kajian yang komprehensif.

“Setiap kita mau melakukan sebuah program maka yang terpenting ada kajian yang komprehensif terlebih dahulu dari berbagai aspek,” kata Oded saat dihubungi wartawan, Kamis (29/8).

Oded mengatakan kajian mendalam harus dilakukan untuk melihat dampak positif dan negatif yang terjadi dengan pemindahan ibukota. Kajian ini juga untuk membandingkan dengan daerah-daerah yang diusulkan menjadi opsi ibukota provinsi yang baru. Apalagi isu ini sudah muncul sejak beberapa tahun yang lalu.

Menurut Oded, hasil kajian akan menjadi landasan rencana kebijakan tersebut. Ia pun mengaku akan mendukung jika hasil kajian yang dibahas menunjukkan kebutuhan dan dampak positif yang lebih besar ibukota provinsi pindah dari Kota Bandung.

“Yang disebut kajian itu didalamnya termasuk ada komparasi dipindahkan dari Bandung nanti hasil kajiannya dibandingkan dengan di Bandung. Kalau kajiannya kemanapun kita sih mendukung saja asal hasil kajian,” ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyiapkan tiga lokasi yang menjadi opsi ibukota baru provinsi Jawa Barat. Yakni di Tegalluar, Walini, atau (Segitiga) Rebana juga. Menurutnya pada dasarnya secara fisik Kota Bandung sama seperti Jakarta sudah tidak cocok lagi melayani pusat pemerintahan.

Emil mengatakan, masih terpisah-pisahnya kantor pemerintahan Pemprov Jawa Barat di berbagai lokasi di Kota Bandung membuat roda pemerintahan tidak produktif. Oleh karena itu, Eml menargetkan kajian soal ini bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA