Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tamsil: Terobosan Teknologi Jangan Eksklusif

Jumat 30 Aug 2019 08:02 WIB

Red: Joko Sadewo

Tamsil Linrung (foto ilustrasi)

Tamsil Linrung (foto ilustrasi)

Foto: istimewa
Terobosan teknologi mayoritas masih berkutat di isu perkotaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi VII DPR, Tamsil Linrung mengatakan ruang lingkup terobosan teknologi di Indonesia saat masih sangat eksklusif. Selama ini terobosan teknologi masih berkutat pada isu perkotaan.

“Revolusi teknologi harus diarahkan untuk memacu pembangunan daerah. Tren perkembangan teknologi di Indonesia masih sentralistik secara spasial. Terutama di kawasan metropolitan,” kata Tamsil dalam siaran persnya, Kamis (30/8). Hal ini disampaikan di sela puncak peringatan Hari Teknologi Nasional (Hakteknas) 2019.

Caleg terpilih Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024 ini mengatakan, ruang lingkup terobosan teknologi di Indonesia saat masih sangat eksklusif. Masih berkutat pada isu perkotaan. Seputar ecommerce atau ride hailing di bidang ekonomi, isu kesehatan atau seputar informasi dan industri media.

Tamsil melihat bahwa terobosan teknologi harus menjangkau kehidupan masyarakat bawah yang perlu dikatrol dengan memanfaatkan teknologi. ”Misanya, bagaimana menerapkan teknologi dalam pengelolaan lahan pertanian rakyat agar produktivitasnya meningkat,” sambung Tamsil.

Menurut Tamsil sentralisasi dan eksklusifitas perkembangan teknologi memendam potensi negatif. Sebab semakin memperlebar kesenjangan pembangunan yang jadi isu utama pemerintah di tingkat nasional maupun di daerah.

“Pembangunan secara fisik sangat timpang. Ekonomi kita terkonsentrasi 80 persen di Jawa dan Sumatera. Pemerintah juga sudah menggelontorkan banyak program untuk memangkas kesenjangan. Ini harus kikis dengan memanfaatkan pembangunan berbasis teknologi,” ungkap Tamsil

Tamsil mendorong agar program-program pemerintah yang akan fokus di bidang pembangunan manusia agar memprioritaskan putra-putra daerah. Menurutnya, banyak talenta dari daerah yang punya terobosan cemerlang namun terkendala oleh akses dan informasi. Tamsil mencotohkan kasus yang pernah menimpa Tengku Munirwan, Kepala Desa Meunasah Rayeuk, di Aceh yang sempat ditahan aparat karena temuannya.

Peristiwa itu menunjukkan minimnya dukungan pemerintah terhadap perkembangan riset sebagai tumpuan pembangunan berbasis inovasi dan teknologi. Padahal, bila pemerintah serius mendorong riset dan teknologi, akan berdampak positif bagi kemandirian bangsa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA