Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Pemerintah Diharapkan Efektif Menangani Demonstrasi Papua

Jumat 30 Aug 2019 10:36 WIB

Red: Joko Sadewo

Petugas Kepolisian bersiap mengamankan aksi demonstrasi massa di halaman Mapolres Kota Sorong, Papua Barat, Senin (19/8)

Petugas Kepolisian bersiap mengamankan aksi demonstrasi massa di halaman Mapolres Kota Sorong, Papua Barat, Senin (19/8)

Foto: Olha Mulalinda/Antara
Demonstrasi Papua jangan sampai meluas menjadi konflik horisontal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini meminta semua pihak terutama masyarakat Papua menahan diri dan menjaga suasana tetap kondusif.  Pemerintah dan aparat diharapkan mampu memainkan peran yang sangat efektif agar konflik tidak meluas menjadi konflik horisontal.

"Semua WNI dari wilayah manapun bersaudara tidak ada yang berhak menghinakan dan melukai satu sama lain," kata Jazuli dalam siaran persnya, Jumat (30/8).

Menurutnya, aparat pemerintah dan keamanan harus benar-benar mampu meredam agar tidak terjadi konflik horisontal. "Kalau ada ancaman terhadap keamanan nasional harus tegas," ungkap Jazuli.

Anggota Komisi I DPR ini khawatir jika tidak diredam secara tegas dan efektif konflik meluas dan mengancam NKRI.  Pasalnya, telah jatuh korban jiwa dari pihak aparat, ada anggota TNI yang meninggal dan sejumlah polisi terluka senjata tajam dan anak panah. Selain itu sejumlah kantor pemerintahan dirusak massa, Gedung DPRD Provinsi Papua Barat, Kantor Majelis Rakyat Papua Barat, dan beberapa kantor dinas dibakar, kantor KPUD dan Bawaslu dirusak, demikian juga dengan kantor Dandim dan sejumlah fasilitas publik lainnya di Papua.

"Jangan sampai pula aparat lemah dan melakukan pembiaran tindakan perusakan dan penciptaan susana chaos yang meluas. Masyarakat umum juga akan melihat ketegasan aparat dalam meredam aksi yang berubah destruktif tersebut," ungkapnya.

Jazuli lalu membandingkan bagaimana tindakan aparat menangani aksi massa di Papua dengan aksi massa protes hasil pemilu di Bawaslu tempo hari atau sebelumnya Aksi Bela Islam 411 dan 212. Aksi-aksi terakhir disikapi dengan berbagai macam tindakan represif, penangkapan dan proses hukum puluhan orang bahkan ada anak-anak, pengejaran kemana-mana hingga tuduhan makar, dan kita sesalkan itu semua.

"Tanpa bermaksud menyamakan tapi masyarakat akan melihat keseriusan dan ketegasan aparat tanpa pandang bulu dan pilih kasih dalam menindak aksi-aksi yang melibatkan massa besar dan dinilai destruktif serta mengancam pemerintahan,” paparnya.

Masalah Papua, menurut Jazuli, harus menjadi perhatian serius Pemerintah. Di satu sisi, Pemerintah harus konsen dan serius menyejahtrakan rakyat Papua. Namun di sisi lain, Pemerintah dan aparat juga harus tegas menghadapi semua potensi ancaman terhadap NKRI, dan jatuhnya korban jiwa baik di kalangan aparat maupun sipil.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA