Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Pasar Sentral dan Pelelangan Ikan Jayapura Selatan Lengang

Jumat 30 Aug 2019 13:39 WIB

Red: Nur Aini

Sejumlah warga mengendarai kendaraan melintasi Pasar Mama Mama Papua seusai aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Jumat (30/8/2019).

Sejumlah warga mengendarai kendaraan melintasi Pasar Mama Mama Papua seusai aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Jumat (30/8/2019).

Foto: Antara/Indrayadi TH
Hanya sedikit pedagang yang membuka lapak, tetapi sepi pembeli.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Situasi pasar sentral dan tempat pelelangan ikan (TPI) di Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (30/8), nampak masih lengang. Para pedagang lebih banyak yang memilih menutup lapaknya.

Baca Juga

Dari pantauan sejak Jumat pagi nampak hanya beberapa pedagang yang membuka lapaknya dan beroperasi di dua lokasi berbeda. Di TPI Hamadi, hanya terlihat sekitar lima pedagang yang menjual ikan, dan warga yang membeli hanya terbatas.

Pedagang masih takut menggelar ikan karena dipastikan warga yang berbelanja ke pasar ikan terbesar di Jayapura juga terbatas pascaaksi demo Kamis (29/8).

"Belum banyak pedagang yang menjual ikan," kata Iqbal, salah satu penjual ikan di TPI Hamadi seraya menambahkan kemungkinan Sabtu (31/8) aktifitas kembali normal.

Hal senada juga disampaikan beberapa pedagang di pasar sentral Hamadi yang berjarak sekitar 500 meter dari TPI seraya menambahkan lebih memilih tidak membuka lapak.

Seorang pedagang, Fatimah mengaku baru akan membuka lapaknya pada Sabtu (31/8). Ia juga mengaku ada beberapa rekannya yang membuka lapak namun pembeli sepi.

“Mudah-mudahan situasi segera pulih sehingga aktifitas di pasar kembali normal,“ ujar Fatimah berharap.

Situasi Kota Jayapura dan sekitarnya berangsur kondusif, pendemo Jumat (30/8) dipulangkan dengan diangkut truk milik TNI-Polri.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA