Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Kapolda Papua Berharap Warga Pendatang Menahan Diri

Jumat 30 Aug 2019 15:33 WIB

Red: Andri Saubani

Sejumlah warga mengendarai kendaraan melintasi Pasar Mama Mama Papua seusai aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Jumat (30/8/2019).

Sejumlah warga mengendarai kendaraan melintasi Pasar Mama Mama Papua seusai aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Jumat (30/8/2019).

Foto: Antara/Indrayadi TH
Kapolda Papua berharap kerja sama warga Jayapura menjaga keamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Rudolf Rodja berharap warga pendatang menahan diri serta tidak membuat persoalan baru. Hal yang sama juga disampaikan kepada massa yang melakukan demonstrasi Jayapura, Kamis (29/8).

“Saya sudah berkomunikasi dengan Gubernur Lukas Enembe dan menyampaikan agar kita semua bekerja sama agar Jayapura dan Papua secara keseluruhan aman,” ujar Rodja, Jumat (30/8).

Rodja mengajak seluruh warga, khususnya di Jayapura, agar dapat menahan diri dan saling menghormati dan menghargai. Mantan kapolda Papua Barat tersebut juga mengajak warga bersama-sama menjaga agar situasi kamtibmas tetap terjaga. Dia menambahkan, secara keseluruhan situasi kamtibmas sudah kondusif, walaupun anggota masih berjaga jaga di beberapa lokasi.

Polda Papua sudah mendapat bantuan personel dari Mabes Polri karena pasukan organik yang ada tidak cukup karena sudah disebar ke berbagai wilayah di Papua, kata Irjen Pol Rodja. Situasi kota Jayapura hari ini nampak masih lengang dan masyarakat lebih memilih berada di luar.

Baca Juga

Situasi pasar sentral dan tempat pelelangan ikan (TPI) di Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (30/8), juga nampak masih lengang. Para pedagang lebih banyak yang memilih menutup lapaknya.

Dari pantauan sejak Jumat pagi nampak hanya beberapa pedagang yang membuka lapaknya dan beroperasi di dua lokasi berbeda. Di TPI Hamadi, hanya terlihat sekitar lima pedagang yang menjual ikan, dan warga yang membeli hanya terbatas.
Pedagang masih takut menggelar ikan karena dipastikan warga yang berbelanja ke pasar ikan terbesar di Jayapura juga terbatas pascaaksi demo, Kamis (29/8).

"Belum banyak pedagang yang menjual ikan," kata Iqbal, salah satu penjual ikan di TPI Hamadi seraya menambahkan kemungkinan Sabtu (31/8) aktivitas kembali normal.

Hal senada juga disampaikan beberapa pedagang di pasar sentral Hamadi yang berjarak sekitar 500 meter dari TPI seraya menambahkan lebih memilih tidak membuka lapak.

Seorang pedagang, Fatimah mengaku baru akan membuka lapaknya pada Sabtu (31/8). Ia juga mengaku ada beberapa rekannya yang membuka lapak, tapi pembeli sepi.

“Mudah-mudahan situasi segera pulih sehingga aktivitas di pasar kembali normal,“ ujar Fatimah berharap.

Situasi Kota Jayapura dan sekitarnya berangsur kondusif. Para pendemo pada Jumat (30/8), dipulangkan menggunakan truk milik TNI-Polri.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA