Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Kabupaten Bogor tak Ajukan Diri Jadi Ibu Kota Jabar

Jumat 30 Aug 2019 14:34 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Nora Azizah

Bupati Bogor, Ade Yasin

Bupati Bogor, Ade Yasin

Foto: Istimewa
Pemindahan ibu kota Jabar merupakan usulan Pemprov.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin turut merespon pemindahan ibu kota Jawa Barat (Jabar). Ade menegaskan, Kabupaten Bogor tidak akan mengajukan diri sebagai ibu kota Jabar.

"Provinsi sih oke, kalau nawarin diri ke ibu kota entar aja, maunya provinsi aja," ujarnya Ade di Cibinong, Bogor, Jumat (30/8).

Menurutnya, ikhwal pemindahan ibu kota merupakan hajat provinsi Jabar. Dia mengatakan, Bogor tak perlu terlibat terlalu jauh dan menguras energi untuk membahas pemindahan ibu kota.

Ade mengatakan, tidak akan melakukan kajian untuk mengajukan Kabupaten Bogor sebagai ibu kota. Ade menuturkan, Kabupaten Bogor masih banyak personal yang membutuhkan perhatian oleh pemerintah.

"Kita tidak akan melakukan kajian dengan buang-buang uang hanya untuk mengkaji itu karena masih banyak yang harus dibangun di kita," ucapnya.

Meskipun demikian, Ade tak menepis bahwa Kabupaten Bogor memiliki potensi yang cukup besar untuk dipilih sebagai ibu kota. Sebab, dari segi luas wilayah, jumlah penduduk dan juga lokasi wilayah Kabupaten Bogor terbilang cukup strategis.

"Bogor itu ada di tengah-tengah dan dekat dengan Jakarta, jadi kalau ibu kota provinsi mau dipindah kesini ya gak masalah. Jonggol bisa saja. Tanah kita masih banyak se ableg-ableg ya," katanya.

Jika nantinya ditunjuk sebagai ibu kota Jabar, Ade mengatakan, tak menolak sekiranya keputusan itu banyak memberikan manfaat. Namun, dia menegaskan akan menolak ditunjuk sebagian ibu kota jika hanya menambah permasalahan.

"Kalau hanya menambah beban air, sampah, pengangguran, dan lain sebagainya, ya tidak lah," ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merencanakan ibu kota baru provinsi Jawa Barat. Secara fisik, Emil menjelaskan, Kota Bandung sama seperti Jakarta sudah tidak cocok lagi melayani pusat pemerintahan.

Emil mengatakan, masih terpisah-pisahnya kantor pemerintahan provinsi Jawa Barat di berbagai lokasi di Kota Bandung membuat roda pemerintahan tidak produktif. Oleh karena itu, Emil menargetkan kajian pemindahan ibu kita Jabar bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA