Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Pemindahan Ibu Kota Dinilai tak Selesaikan Persoalan

Ahad 01 Sep 2019 01:05 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Israr Itah

Aboebakar Alhabsyi

Aboebakar Alhabsyi

Foto: dok
Aparat di lapangan hanya menunggu perintah dari Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Alhabsyi menilai pemindahan Ibu Kota bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah. Sebab, selama lima tahun Presiden berkantor di Jakarta, macet dan banjir masih menjadi persoalan yang sama.

"Yang penting political will dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. Kemauan untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu harus dilakukan" kata Alhabsyi dalam keterangan tertulisnya Sabtu (31/8).

Baca Juga

Anggota komisi III DPR tersebut meyakini aparat di lapangan hanya menunggu perintah dari Jakarta. Menurutnya, apa pun yang diperintahkan pemeritah pusat, pasti akan dikerjakan demi NKRI. 

"Jadi yang penting kejelasan kebijakan dan keberanian mengambil keputusan, bukan di mana keputusan itu diambil," ujar Alhabsyi.

Sebelumnya kritik senada juga disampaikan oleh politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo. Drajad mengatakan pemindahan Ibu Kota  diyakini tidak akan membawa dampak kemunduran secara ekonomi.  

Dradjad menambahkan rencana pemindahan ibu kota tersebut masih belum kredibel, minimal dari sisi skema pembiayaannya. Belum lagi dari sisi proses politik, undang-undang, hankam dan sisi lainnya. 

"Tanpa pembiayaan yang kredibel, bagaimana sebuah proyek bisa berjalan baik?” kata dia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA