Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Cerita Pemakai Jalan Tol Terjebak Macet di Cipularang

Senin 02 Sep 2019 17:37 WIB

Red: Friska Yolanda

21 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di ruas Tol Cipularang KM 91+200 jalur B, Kabupaten Purwakarta, Senin (2/9).

21 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di ruas Tol Cipularang KM 91+200 jalur B, Kabupaten Purwakarta, Senin (2/9).

Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
Kecelakaan Cipularang sebabkan kemacetan panjang hingga arus lalu lintas dialihkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tabrakan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan terjadi di KM 91 Cipularang, Senin (2/9) pukul 12.30 Wib. Belasan pengendara dan penumpang mengalami luka-luka ringan, berat bahkan tewas ditempat kejadian. Akibat peristiwa itu, terjadi kemacetan panjang menuju lokasi kecelakaan, sehingga petugas terpaksa mengalihkan arus lalu lintas.

Baca Juga

Myra Mariezka Annisa tengah berada di Tol Cipularang saat peristiwa terjadi. Myra mengatakan ia terjebak kemacetan sejak KM 97 pada pukul 14.00 WIB. Hingga pukul 16.00 WIB, kendaraannya tidak bergerak jauh dari lokasi.

"Ini masih di KM 94 dari tadi," katanya saat dikonfirmasi Republika.co.id, Senin.

Ia sedianya akan kembali ke kediamannya di bilangan Jakarta Selatan bersama dua anaknya. Ia berharap kemacetan panjang dapat segera terurai.

"Alhamdulillah anak-anak pada soleh, tidak rewel," ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan, arus kendaraan arah menuju Jakarta dari Bandung dialihkan keluar gerbang Tol (GT) Cikamuning, Kabupaten Bandung Barat, imbas dari kecelakaan maut Cipulrang. Antrean kendaraan pun terjadi sebelum GT Cikamuning hingga beberapa ratus meter.

Seorang personel polisi yang bertugas mengalihkan arus kendaraan menyebut kemacetan terjadi hampir 7 kilometer dari titik kejadian kecelakaan. "Macet banget, hampir 7 kilometer. Kendaraan harus antre," kata petugas tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA